Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengoperasian Terminal Kargo Buram

Abdul Basri • Jumat, 22 September 2017 | 09:05 WIB
Photo
Photo

PAMEKASAN – Sudah dua kali Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan berjanji akan mengoperasikan terminal kargo di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Pertama, dishub mengatakan akan mengujicobakan sebelum Ramadan atau Mei 2017. Tetapi janji itu meleset. Buktinya sampai sekarang terminal di Jalan Raya Tlanakan itu tak juga dibuka untuk publik.


Setelah Mei gagal di-launching, dishub kembali membuat janji perubahan. Yakni, akan dioperasikan pada awal Oktober 2017. Tetapi jika melihat tanda-tanda di lokasi, rencana operasional itu sulit terwujud dalam waktu dekat.


Sebab belum ada kesiapan untuk mengoperasikan terminal tersebut. Rumput-rumput liar yang ada di terminal belum dibersihkan. Begitu pun tidak ada aktivitas untuk menyambut rencana pengoperasian. Padahal Oktober sudah tinggal hitungan hari.


Belum jelasnya rencana operasional terminal kargo menuai sorotan. Tokoh Muda Tlanakan Badri Khumaini menyayangkan molornya operasional terminal barang itu. Sebab sudah sekitar tujuh tahun terminal itu dibangun, tapi tak kunjung dioperasikan.


”Kalau tidak dioperasikan, aset negara ini jadi mubazir. Padahal sudah miliaran rupiah digelontorkan untuk membangun terminal ini,” ujar Badri.


Pria lulusan salah satu kampus di Jogjakarta ini menambahkan, ada dampak lain dari molornya operasional terminal kargo. Di antaranya, kemacetan di wilayah perkotaan tidak bisa diatasi. Sebab setiap hari ada mobil barang yang masuk kota. ”Kalau terminal barang dioperasikan, mobil barang tidak boleh masuk perkotaan,” tegasnya.


Karena itulah, dia mendesak agar instansi terkait segera mengoperasionalkan terminal kargo. Pihaknya meminta agar instansi terkait tidak hanya menebar janji yang tidak bisa ditepati. ”Sebab rakyat tidak butuh janji, melainkan bukti,” tukasnya.


Kepala Dishub Pamekasan Ajib Abdullah mengatakan, molornya pengoperasian terminal kargo karena ada fasilitas yang perlu dibenahi. Awalnya dia memang menargetkan sebelum Ramadan, tetapi gagal.


Sebab di terminal belum ada fasilitas kamar mandi, musala, dan tempat istirahat sopir. ”Sambil lalu nanti kami benahi kekurangan-kekurangannya. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dioperasikan,” kata Ajib Abdullah.

Editor : Abdul Basri