Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Warga di Empat Desa Terdampak Rob

A
Penulis: Amin Basiri❯

 

TERDAMPAK: Petugas sedang melakukan pemantauan di Jalan Raya Ambat, Pamekasan, Minggu (21/22).
TERDAMPAK: Petugas sedang melakukan pemantauan di Jalan Raya Ambat, Pamekasan, Minggu (21/22).


Advertisement

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pamekasan, Minggu (21/12), mengakibatkan rob

. Curah hujan yang tinggi membuat debit air meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, sedikitnya empat desa terdampak rob.

Advertisement

Di antaranya Desa Kramat dan Desa Ambat di Kecamatan Tlanakan, serta Desa Jalmak di Kecamatan Pamekasan. Selain itu, rob juga menyasar Desa Karang Anyar, Kecamatan Proppo.

Data yang dirilis BPBD Pamekasan, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) atau 600 jiwa terdampak banjir.

Warga Desa Jalmak, Muhammad, kepada koran ini mengatakan, air mulai memasuki permukiman warga pada Senin (22/12) sekitar pukul 03.00.

Advertisement

Baru sekarang terjadi banjir cukup luas di sini. Sebelumnya tidak pernah, ucap warga Desa Ambat, Kusairi.

Sementara itu, Camat Proppo Bagus Irawan menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di Desa Karang Anyar disebabkan oleh luapan sungai.

Tingginya debit air akibat curah hujan yang deras membuat aliran sungai melebihi daya tampung.

Ketinggian air hampir masuk ke rumah warga. Tapi, tidak sampai ada rumah yang terdampak, jelasnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah menuturkan, tim BPBD sudah terjun ke lokasi saat menerima laporan.

Ada pun rumah warga yang terendam sebagian besar di Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan.

Dia mengaku, banjir di Desa Kramat terjadi akibat adanya banjir rob ditambah air hujan.

Selain di jalan protokol di Desa Ambat yang terdampak, ada 150 KK dengan 600 jiwa di Desa Kramat, tegasnya.

Sampai berita ini ditulis, BPBD Pamekasan masih melakukan asesmen terkait lokasi dan warga yang terdampak banjir.

Sebab sejak Minggu (21/22) malam, institusinya masih fokus melakukan penanganan di Desa Ambat dan Kramat. Sebab, jumlah sumber daya manusia (SDM) terbatas.

Yang di Desa Ambat hanya masuk saja, tidak merusak, setelah itu surut lagi. Sebab, selain hujan lebat, air laut sedang rob, pungkasnya. (lil/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dorong Masyarakat Tanggap Bencana, BPBD Sumenep Bentuk Destana di Pakandangan Tengah

Dorong Masyarakat Tanggap Bencana, BPBD Sumenep Bentuk Destana di Pakandangan Tengah

Keterlibatan warga adalah pilar utama dalam mitigasi. Pemerintah tidak akan pernah cukup tanpa peran aktif masyarakat di lapangan.

Angin Ribut Mulai Menerjang, Warga Diimbau Tetap Waspada

Angin Ribut Mulai Menerjang, Warga Diimbau Tetap Waspada

Qomar mengatakan, wilayah yang menjadi langganan puting beliung atau angin ribut seperti area permukiman padat maupun kawasan terbuka. Oleh karena itu, BPBD mengimbau warga agar selalu siaga terhadap segala kemungkinan.

BNPB Minta Warga Siaga,  Hadapi Ancaman Bencana Hingga 2028

BNPB Minta Warga Siaga, Hadapi Ancaman Bencana Hingga 2028

Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Nadhirah Seha Nur, mengatakan setiap daerah harus memiliki kajian risiko bencana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer