
PAMEKASAN, RadarMaduramid – Penanganan bencana tidak boleh hanya bergerak setelah musibah terjadi. Kesiapsiagaan masyarakat harus diperkuat sebelum ancaman datang.
Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Nadhirah Seha Nur, mengatakan setiap daerah harus memiliki kajian risiko bencana.
Kajian itu menjadi dasar untuk menentukan langkah mitigasi dan antisipasi.
Pamekasan masih memiliki kajian risiko yang berlaku hingga 2028. Namun, pembaruan tetap diperlukan agar pemetaan sesuai dengan kondisi dan potensi ancaman terbaru.
Nadhirah meminta BPBD Pamekasan memperkuat pemantauan dan koordinasi dengan BMKG.
Informasi mengenai tanda-tanda potensi bencana harus segera diteruskan agar daerah memiliki waktu melakukan antisipasi.
"Kalau kami di pusat itu pasti kami sampaikan (informasi, Red) kepada pejabat-pejabat BNPB. Sehingga diharapkan bisa punya kemampuan antisipasi," ujarnya.
Menurut Nadhirah, mitigasi juga harus menyentuh warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Relokasi dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko dalam jangka panjang.
BPBD Pamekasan juga diminta memperkuat sosialisasi, advokasi, dan edukasi kepada masyarakat.
Warga perlu memahami potensi bencana sekaligus tindakan yang harus dilakukan saat kondisi darurat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




