RadarMadura.id - Samsung Galaxy S26 Ultra resmi diperkenalkan dengan perubahan besar pada sektor kamera telefoto 3x pada 15 Februari 2026.
Alih alih mengejar angka megapiksel tinggi, Samsung justru mengubah strategi dengan mengandalkan kecerdasan buatan dan arsitektur sensor baru yang lebih cepat.
Langkah ini membuat konfigurasi di atas kertas terlihat turun spesifikasi, tetapi membawa peningkatan nyata pada performa fotografi.
Perubahan ini menjadi kabar penting bagi pengguna di Indonesia yang gemar memotret jarak menengah seperti foto anak, acara keluarga, hingga kegiatan UMKM tanpa harus mendekat ke objek.
Samsung juga diperkirakan tetap membanderol ponsel ini di kisaran USD 1.299 atau sekitar Rp20 jutaan untuk pasar global.
Baca Juga: Bawa Kabur Perhiasan Istri, Dullo Dipolisikan
Strategi Baru Zoom 3x yang Lebih Cerdas
Samsung kini memakai sensor ISOCELL 3LD dengan resolusi dasar 12MP.
Namun yang digunakan untuk foto utama hanya 10MP dari area tengah sensor.
Pendekatan ini membuat ukuran area aktif lebih kecil tetapi lebih terkontrol.
Berdasarkan pantauan kami terhadap pendekatan serupa di industri, penggunaan area tengah sensor biasanya mampu meminimalkan distorsi dan menjaga detail tetap presisi.
LSamsung tetap menghasilkan foto 12MP melalui teknik multi frame fusion dan intelligent upscaling. Hasil akhirnya konsisten dengan kamera utama dan ultrawide.
Arsitektur 3 Stack dan DRAM Terintegrasi
Peningkatan paling signifikan ada pada arsitektur sensor tiga lapis atau 3 stack architecture.
Sensor ini dibekali DRAM terintegrasi yang mampu membaca dan menyimpan data gambar dalam waktu sangat singkat.
Teknologi ini membuat kamera lebih sigap menangkap momen bergerak.
Efek rolling shutter berkurang saat memotret objek yang berjalan atau bergerak cepat.
Pengambilan gambar beruntun terasa lebih instan dan hampir tanpa jeda.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang sering memotret aktivitas luar ruangan di bawah terik matahari tropis Indonesia.
Dipadukan Snapdragon 8 Gen 5 Berbasis AI
Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 menjadi otak pemrosesan gambar pada Galaxy S26 Ultra.
Chip ini membawa Image Signal Processor berbasis AI yang mampu memproses data dalam jumlah besar secara real time.
Kombinasi sensor cepat dan AI ISP membuat detail lebih tajam dan HDR lebih seimbang.
Berdasarkan analisis kami, pendekatan ini lebih efektif dibanding hanya memperbesar sensor tanpa mempercepat aliran data.
Hasil foto zoom 3x terasa lebih stabil dan minim blur. Respons tombol shutter juga lebih cepat sehingga momen spontan tidak mudah terlewat.
Zoom Lebih Stabil dan Video 4K Tetap Halus
Teknologi crop dinamis memungkinkan kamera menggeser area tangkapan dalam kanvas sensor tanpa kehilangan kualitas dasar 10MP.
Sistem ini menghadirkan efek stabilisasi mirip gimbal saat memakai zoom 3x. Video hingga resolusi 4K pun tetap terlihat stabil.
Untuk pengguna di Indonesia yang sering merekam konten untuk media sosial atau promosi usaha kecil, fitur ini terasa relevan.
Kamera lebih siap menghadapi kondisi cahaya campur seperti di dalam ruangan atau acara malam hari.
Shutter lag yang hampir hilang juga membuat pengalaman memotret terasa lebih profesional.
Perkiraan Harga Samsung Galaxy S26 Ultra
| Varian | Perkiraan Harga Global | Estimasi Rupiah |
|---|---|---|
| Galaxy S26 Ultra 256GB | USD 1.299 | Sekitar Rp20,4 juta |
| Galaxy S26 Ultra 512GB | USD 1.399 | Sekitar Rp22 jutaan |
| Galaxy S26 Ultra 1TB | USD 1.599 | Sekitar Rp25 jutaan |
Harga resmi di Indonesia masih menunggu pengumuman lebih lanjut dan bisa berbeda tergantung pajak serta kebijakan distribusi.
Baca Juga: Bawa Kabur Perhiasan Istri, Dullo Dipolisikan
Galaxy S26 Ultra menunjukkan bahwa era kamera smartphone tidak lagi sekadar soal megapiksel.
Samsung kini lebih fokus pada kecepatan sensor dan kecerdasan buatan untuk menghadirkan hasil zoom 3x yang stabil, responsif, dan minim blur.
Menurut Anda, apakah pendekatan berbasis AI seperti ini lebih menarik dibanding peningkatan resolusi besar besaran? (fadila)
Editor : Fadila An Naila