
SUMENEP, RadarMadura.id – Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep bakal menyasar anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan formal.
Peserta didik yang masih aktif di sekolah maupun yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren tidak masuk target program tersebut.
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumenep, Hairullah menyampaikan, prioritas utama SRT adalah memberikan akses pendidikan pada anak putus sekolah atau anak-anak yang belum melanjutkan pendidikan. Karena itu, rekrutmen siswa dilakukan secara selektif agar tepat sasaran.
”Yang jadi sasaran sekarang adalah anak yang tidak aktif bersekolah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pendamping PKH terus melakukan penjaringan calon siswa di lapangan. Terakhir, terdapat sekitar 20 anak yang menyataka kesediaannya mengikuti program tersebut.
”Petugas turun ke lapangan untuk mencari dan mengidentifikasi anak-anak yang memenuhi kriteria sebagai calon siswa SRT,” terangnya.
Hairullah menyatakan, pada angkatan sebelumnya, jumlah siswa SRT di Sumenep mencapai 80 orang.
Mereka masih aktif mengikuti proses pembelajaran sembari menunggu realisasi pembangunan gedung permanen yang akan menjadi pusat kegiatan program pemerintah pusat tersebut.
Tahun ini, para siswa tahun ajaran baru untuk sementara akan dititipkan di sekolah permanen di Kabupaten Sampang.
Hal itu, karena sarana pembelajaran di Gedung UPT Sarana Kegiatan Diklat (SKD) terbatas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan ruang kelas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




