PAMEKASAN, RadarMadura.id – Gebyar Santri ke-2 Yayasan Nurus Salam, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan digelar istimewa. Sebab, narasumber yang dihadirkan adalah KH. Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau yang akrab disapa Buya Yahya.
Kedatangan Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon ke Yayasan Nurus Salam disambut baik oleh masyarakat. Apalagi, penulis 'Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama' itu baru pertama ke Pantura Pamekasan.
Dewan Pengasuh Yayasan Nurus Salam Muh. Muhlas Adi menyampaikan, kehadiran Buya Yahya menjadi kebanggaan tersendiri bagi lembaga. Terlebih, untuk bisa mendatangkan alumnus Universitas Al-Ahgaff Hadramaut Yaman itu tidaklah mudah.
”Perjalanan mengundang Buya Yahya tidak segampang yang saya pikirkan. Saya sempat frustasi karena jadwal yang sudah ditetapkan bentrok dengan acara di lembaganya sendiri. Tetapi, kami bersyukur masih punya kesempatan lain walau harus mundur,” ujarnya.
Baca Juga: Yayasan Ponpes Kukuhkan Ikatan Alumni Annuqayah Pusat Masa Jabatan 2024-2029
Karena itu, pria yang juga ketua panitia Gebyar Santri ke-2 itu berharap kehadiran Buya Yahya bisa menjadi salah satu pemacu semangat bagi masyarakat untuk senantiasa mengedepankan akhlak mulia di tengah kemerosotan moral akhir-akhir ini.
Dalam dialog interaktifnya, Buya Yahya mengajak jemaah untuk saling menjaga akhlak dan perasaan terhadap orang lain. Dia juga mengingatkan agar masyarakat senantiasa meningkatkan kesalehan hati, sikap rendah hati, dan sikap saling menghormati.
”Sebagian masyarakat mungkin lebih hormat pada ustad yang lebih populer di media sosial (sosmed). Tetapi, ustad-ustad kampung justru dikesampingkan. Maka, tidak beruntung kalian semua para jemaah jika terus-terusan bersikap seperti ini,” ingatnya.
Baca Juga: Tak Puas Kinerja Polres Pamekasan, Korban KDRT Datangi Polda Jatim
Terakhir, Guru Besar Kehormatan Bidang Hukum Islam Universitas Islam Sultan Agung Semarang itu mendoakan agar jemaah selalu dikelilingi dengan kasih sayang. Sehingga, bisa terhindar dari perilaku negatif seperti hasut, benci, hingga saling mencela. (afg/dry)
Editor : Hendriyanto