BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bekerja sama dengan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Jatim menggelar seminar nasional dan refleksi akhir tahun Jumat (12/12). Acara yang digelar di Aula Syaikhona Muhammad Kholil lantai 10 Rektorat UTM tersebut berlangsung khidmat.
Seminar nasional yang dihadiri oleh Forkopimda Bangkalan itu mengusung tema Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dan Masa Depan Otonomi Daerah. Di sela-sela kegiatan tersebut juga di-launching Program Studi Doktor Fakultas Hukum UTM.
Rektor UTM Prof Safi’ mengatakan, kampus yang dia nakhodai telah resmi me-launching program studi doktor hukum. Dia berharap, kehadiran program S-3 tersebut dapat meningkatkan kemanfaatan dan keberkahan UTM dalam mencerdaskan masyarakat dan bangsa.
”Semoga program doktor ini bisa berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Menurut dia, launching program doktor hukum sengaja diresmikan bersamaan dengan kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan oleh APHTN-HAN Jatim. Dia berharap ada kontribusi dari akademisi hukum tata negara dan hukum administrasi negara untuk program S-3 yang baru di-launching.
”Misalnya menjadi bagian dari pengajar, baik berbasis akademisi ataupun praktisi,” katanya.
Dijelaskan, empat program studi program doktor sudah mengantongi izin. Satu program S-3 masih menunggu surat keputusan (SK) dari kementerian. Sudah memenuhi syarat dan tinggal menunggu penerbitan SK.
”Tahun ini insyaallah ada lima program studi doktor di UTM, sudah ada empat izin program studi yang terbit,” tuturnya.
Prof Safi’ juga menyinggung soal pemangkasan TKD. Dia berpesan kepada semua kepala daerah agar pemangkasan TKD tidak menjadi penghambat dalam melakukan pembangunan di daerahnya masing-masing. Justru harus menjadikan kebijakan tersebut sebagai tantangan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola potensi fiskal.
”Ke depan, dengan kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan di setiap daerah di Indonesia. Sehingga, bisa lebih tangguh dalam menghadapi tantangan,” urainya.
Sementara itu, Ketua APHTN-HAN Jatim Dr Himawan Estu Bagijo menyampaikan, setiap tahun asosiasi yang dipimpinnya rutin menyelenggarakan seminar dan refleksi akhir tahun. Kali ini pelaksanaan kegiatan rutin tersebut bertempat di UTM dan Bangkalan.
”Terima kasih kepada UTM yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyelenggarakan seminar nasional ini,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti