SUMENEP, RadarMadura.id – Masyarakat yang baru merintis usaha di Kabupaten Sumenep tak perlu khawatir menghadapi kendala legalitas maupun pengembangan produk. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep membuka layanan pendampingan gratis bagi pelaku usaha, mulai dari pengurusan perizinan hingga penguatan identitas produk.
Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli mengatakan, pendampingan diberikan sejak tahap awal agar usaha yang dirintis masyarakat memiliki fondasi kuat dan mampu berkembang. Fasilitasi tersebut mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), hingga sertifikasi halal.
"Kami bantu mulai dari pengurusan perizinan hingga pengembangannya," katanya.
Ramli menjelaskan, tak hanya urusan administrasi, pihaknya juga bakal membantu pelaku usaha membangun identitas produk melalui pembuatan logo, branding, dan desain kemasan. Menurutnya langkah itu guns meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan pasar.
Dijelaskan, DKUPP memiliki jejaring kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi di Sumenep yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendampingan UMKM. Pelaku usaha nantinya akan dihubungkan dengan lembaga yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
"Kalau ada UMKM mau bikin branding, seperti logo, kami tinggal mengkoneksikan, kami fasilitasi ke lembaga perguruan tinggi yang sudah bermitra dengan kami," jelasnya.
Ditambahkan, seluruh fasilitasi tersebut diberikan secara gratis. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pendampingan usaha, termasuk bagi mereka yang baru memulai.
"Potensi UMKM Sumenep semoga semakin berkembang dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, mengapresiasi langkah DKUPP yang memberikan pendampingan gratis bagi pelaku UMKM. Menurutnya, fasilitasi tersebut perlu dimaksimalkan agar semakin banyak usaha masyarakat yang memiliki legalitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dia berharap pendampingan tidak berhenti pada pengurusan administrasi, tetapi juga berlanjut hingga pelaku usaha mampu mengembangkan produk dan memperluas jaringan pemasaran.
"Kami berharap program ini benar-benar menyentuh pelaku UMKM, terutama yang baru merintis usaha," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Bashiri