SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep menggelar lomba foto menggunakan smartphone selama gelaran Madura Night Vaganza (MNV) 2026.
Lomba itu terbuka untuk umum dan berlangsung mulai Rabu (26/8) hingga Kamis (3/9).
Peserta cukup mengabadikan berbagai momen di area stan Bappeda Sumenep. Foto dapat menonjolkan aktivitas pengunjung, materi pameran, maupun keunikan stan yang mengusung konsep Keraton dan Pendopo Agung Songennep.
Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan objek fotografi, tetapi juga membawa pesan tentang identitas, sejarah, kearifan lokal, serta pembangunan Sumenep.
Pengunjung diajak melihat keterkaitan antara budaya daerah dan proses perencanaan pembangunan.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, konsep pendopo dipilih karena memiliki makna filosofis yang selaras dengan tugas bappeda.
”Pendopo secara filosofis merupakan ruang yang terbuka, tempat berkumpul, bermusyawarah, menerima aspirasi, dan membangun kesepakatan,” ujarnya.
Sementara, nilai tersebut sejalan dengan peran bappeda dalam mengoordinasikan perencanaan pembangunan daerah secara partisipatif, terpadu, terarah, dan berkelanjutan.
Karena itu, stan bappeda dirancang sebagai representasi rumah perencanaan pembangunan daerah.
”Gagasan, aspirasi, data, dan arah kebijakan dipertemukan di sini,” terangnya.
Dalam lomba tersebut, peserta wajib menggunakan smartphone dan mengambil foto di area stan bappeda selama periode lomba. Pengolahan foto hanya diperbolehkan sebatas cropping.
Karya kemudian diunggah melalui akun Instagram pribadi yang bersifat publik, dengan mention @bappedasumenep.official serta tagar #bappedasumenep, #maduraculturefest4, dan #lombafotobappeda. Peserta juga diminta membuat caption menarik dan relevan dengan foto.
Bappeda akan memilih lima karya terbaik sebagai pemenang yang masing-masing mendapatkan bingkisan menarik.
”Pemenang akan diumumkan pada Jumat (4/9) 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di stan Bappeda Sumenep,” tandasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri