Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingatkan SPPG Tak Remehkan SOP

A
Penulis: Amin Basiri❯
TERBUKA: Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika memberikan keterangan di kantornya Jumat (12/6). (BAMBANG UNTUK JPRM)
TERBUKA: Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika memberikan keterangan di kantornya Jumat (12/6). (BAMBANG UNTUK JPRM)

Advertisement

BANGKALAN, RadarMadura.id – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan terus memantau pendistribusian MBG. Satgas mengingatkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar tidak meremehkan standar operasional prosedur (SOP).

Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, setiap terjadi kejadian menonjol dalam pendistribusian MBG, pihaknya langsung membuat laporan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu.

”Laporan kami semata-mata untuk menjaga kualitas menu yang diberikan kepada penerima manfaat,” ujarnya.

Advertisement

Tidak hanya itu, pelaporan tersebut dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada pengelola SPPG. Pengelola dapur diimbau tidak melonggarkan pengawasan, apalagi meremehkan SOP yang telah ditetapkan.

”Semua kasus menonjol kami laporkan ke BGN supaya menjadi pembelajaran bagi mitra,” tuturnya.

Bambang mengungkapkan, masih adanya kendala komunikasi. Misalnya, peristiwa dugaan ditemukannya belatung dalam wadah makanan MBG pekan lalu. Pihak satgas mengaku tidak menerima laporan resmi dari pihak sekolah terkait insiden tersebut.

Advertisement

Saat tim satgas melakukan konfirmasi, pihak sekolah justru menyatakan tidak pernah terjadi insiden seperti yang terlihat dalam video. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan komunikasi dalam sistem pengawasan di lapangan.

”Tidak ada laporan resmi ke kami. Bahkan, saat dikonfirmasi, kepala sekolahnya mengaku tidak ada kejadian apa pun,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, Bambang meminta seluruh jajaran sekolah bersikap terbuka dan responsif. Pengawasan menyeluruh harus melibatkan partisipasi aktif seluruh penerima manfaat (PM), mulai dari siswa hingga kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

”Kalau ada masalah seperti menunya bermasalah, silakan laporkan kepada kami,” pintanya. (za/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

SPPG Kecer Bersertifikat Komplet, Ditangani Tenaga Profesional Jebolan Industri Perhotelan

SPPG Kecer Bersertifikat Komplet, Ditangani Tenaga Profesional Jebolan Industri Perhotelan

Kepala SPPG Sumenep Dasuk Kecer Muhammad Fadli mengatakan, pihaknya komitmen menghadirkan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, higienis, dan halal dengan standar kelas dunia

Disiplin Keras, Pengawasan Ketat, Rutin Evaluasi jadi Kunci SPPG Pangarangan Sukseskan Program MBG

Disiplin Keras, Pengawasan Ketat, Rutin Evaluasi jadi Kunci SPPG Pangarangan Sukseskan Program MBG

semua instruksi dan petunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN) RI dilaksanakan tanpa tawar-menawar. Namun, di level lapangan, pihaknya menerapkan standar yang jauh lebih ketat.

Pemkab Terkesan Lakukan Pembiaran, Terhadap Gedung Dapur MBG tanpa PBG

Pemkab Terkesan Lakukan Pembiaran, Terhadap Gedung Dapur MBG tanpa PBG

Plt Kepala DPRKP Pamekasan Andi Ali Syahbana mengatakan, berharap seluruh pengelola segera melengkapi persyaratan administrasi bangunan agar operasional dapur MBG tidak melanggar ketentuan yang ada.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer