SUMENEP, RadarMadura.id – Semangat pemberdayaan tenaga kerja lokal kembali menggeliat di Sumenep. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep sukses menggelar workshop peningkatan kapasitas bagi pekerja Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (26-27/8), menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing industri hasil tembakau Sumenep.
Sebanyak 220 pekerja dari 11 tenan APHT tampak antusias mengikuti setiap sesi pembekalan.
Hari pertama dipusatkan di Hotel El-Malik Sumenep dengan materi dan motivasi kerja. Suasana semakin semarak saat hari kedua, Kamis (27/8), seluruh peserta turun langsung praktik pelintingan sigaret kretek tangan (SKT) di Gedung Produksi APHT, Kecamatan Guluk-Guluk.
Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi seluruh tenan.
”Pabrik yang ada di APHT kita di Kecamatan Guluk-Guluk ada sebelas pabrik. Setiap pabrik mengirimkan 20 orang pekerjanya. Jadi total semua peserta 220 orang,” ungkapnya penuh semangat.
Menurut Ramli, workshop ini dirancang untuk mencetak pekerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga profesional.
Fokus utama pelatihan adalah teknik pelintingan SKT yang sesuai standar industri modern, mulai dari kecepatan, ketepatan, hingga konsistensi kualitas hasil lintingan.
”Materi yang diberikan terkait teknik pelintingan yang ideal, yang sesuai standar. Bagaimana melinting yang baik, bagaimana melinting yang cepat, termasuk menjaga kualitas agar produk Sumenep semakin dikenal luas,” jelasnya.
Untuk menjamin materi tepat sasaran, Diskop UKM Perindag Sumenep menghadirkan narasumber dari pelaku industri rokok berpengalaman dan Bea Cukai Madura.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan regulasi yang berlaku.
”Secara teknis pekerja kita akan diberi pemahaman, termasuk praktik di pelaksanaan pelintingan. Hari pertama untuk pembekalan, hari kedua langsung di lapangan,” tambah Ramli.
Praktik langsung di Gedung Produksi APHT menjadi momen paling ditunggu. Para pekerja mempraktikkan teknik baru dengan bimbingan instruktur, sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di lini produksi masing-masing tenan.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta akan menerima sertifikat kompetensi. Sertifikat ini ditandatangani langsung oleh Bea Cukai Madura bersama Diskop UKM Perindag Sumenep, menjadi legalitas resmi atas keahlian yang dimiliki pekerja.
”Sebagai bentuk pengakuan, penghargaan dan legalitas kepada peserta, akan diberi sertifikat yang ditandatangani Bea Cukai Madura dan Diskop UKM Perindag Sumenep,” tandas Ramli.
Dengan adanya pelatihan ini, Diskop UKM Perindag Sumenep optimistis produktivitas APHT akan terus meningkat.
Peningkatan kualitas SDM diharapkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu sentra industri SKT yang diperhitungkan di Jawa Timur. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri