SUMENEP, RadarMadura.id – Luas lahan tanaman tembakau di Sumenep pada musim tanam tahun ini diprediksi meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi cuaca yang dinilai lebih mendukung serta ketersediaan air di sejumlah wilayah menjadi penunjang utama bertambahnya luas lahan tanaman tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, petani saat ini mulai menanam tembakau. Selama masa tanam, dia berharap cuaca stabil hingga panen raya.
Sehingga, produktivitas maupun kualitas tembakau meningkat. ”Semoga harganya juga sesuai harapan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Inung itu mengungkapkan, pada musim tanam tahun 2025, luas lahan tembakau di Sumenep hanya sekitar 14 ribu hektare.
”Luas lahan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 18 ribu hektare,” imbuhnya.
Menurutnya, penyusutan luas lahan tanaman tembakau tersebut bukan disebabkan oleh menurunnya minat petani pada komoditas tembakau.
Tapi, dipengaruhi faktor cuaca, terutama fenomena kemarau basah. Sehingga, sebagian petani memilih mengurangi luas tanam. ”Bukan karena petaninya berkurang,” ucapnya.
Ditambahkan, untuk mendukung peningkatan luas tanam tembakau pada tahun ini, DKPP terus mengoptimalkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di setiap kecamatan.
Pendampingan dilakukan mulai dari proses penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen. ”Petugas juga mengedukasi petani, misalnya teknik budi daya tembakau,” paparnya.
Inung berharap musim tanam tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan perekonomian petani tembakau di Kabupaten Sumenep.
Selain luas lahan tembakau meningkat, dia juga berharap hasil panen tahun ini melimpah dengan harga jual yang menguntungkan petani. ”Sehingga, membantu peningkatan kesejahteraan petani,” ulasnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menekankan, peningkatan luas lahan tanam tembakau harus diikuti dengan upaya nyata untuk menjaga stabilitas harga jual.
”Jangan sampai petani semangat memperluas lahan, tapi harga tembakau di pasaran anjlok. Pemerintah harus memastikan petani tidak hanya berhasil menanam tembakau, tapi juga mendapatkan harga jual yang layak,” ingatnya. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti