SUMENEP, RadarMadura – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep terus berupaya melindungi kekayaan hayati lokal.
Salah satunya dengan mengajukan kacang hijau kuning atau yang dikenal masyarakat sebagai arta' pottre koneng sebagai kekayaan plasma nutfah asli Sumenep.
Kini komoditas tersebut telah masuk dalam tahapan penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Proses itu menjadi bagian dari rangkaian penetapan varietas lokal khas Sumenep.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, ada sejumlah tahapan dalam mengajukan arta' pottre koneng sebagai kekayaan plasma nutfah asli Sumenep.
Yakni dimulai dari penelitian dan pemurnian, hingga pelepasan varietas sebelum ditetapkan sebagai varietas asli Sumenep.
”Masih berlangsung proses penelitiannya, setelah itu ada proses pemurnian dan pelepasan varietas. Baru ditetapkan sebagai varietas Sumenep. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” katanya.
Pria yang akrab disapa Inung itu mengungkapkan, varietas tersebut didaftarkan dengan nama arta' pottre koneng karena memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kacang hijau pada umumnya.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada warna bijinya yang kuning, bentuk, dan teksturnya juga khas.
”Sama-sama kacang hijau sebenarnya, hanya saja memiliki kekhasan pada warna, bentuk, dan teksturnya. Varietas ini hanya ada di Sumenep,” ungkapnya.
Menurutnya, komoditas tersebut telah lama dibudidayakan petani di sejumlah wilayah di Kecamatan Manding, Batuputih, Ambunten, Pasongsongan, hingga Lenteng.
Hasil panen komoditas tersebut tidak hanya dijual di pasar-pasar tradisional Sumenep, tetapi juga dikirim ke Surabaya untuk memenuhi permintaan konsumen.
Selain arta' pottre koneng, DKPP juga tengah menginventarisasi dan mengusulkan sejumlah varietas lokal lainnya sebagai plasma nutfah khas Sumenep.
Di antaranya pisang kepok, kacang komak, cabai jamu, tembakau prancak CK-95, bawang merah, cengkeh Masalembu, timun, hingga cabai rawit asli Sumenep.
”Kita memiliki banyak varietas lokal,” papar Inung.
Menurutnya, pendataan dan perlindungan varietas lokal penting untuk menjaga kelestarian sumber daya genetik daerah sekaligus memperkuat identitas pertanian Sumenep.
Dia berharap, varietas tersebut memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
”Ke depan, budi daya komoditas ini akan terus kita tingkatkan dan kembangkan,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri