SUMENEP, RadarMadura.id – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, akan menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 pada 17–19 Juli 2026.
Pertemuan akbar bertema "Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah" itu diperkirakan menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Indonesia tahun ini.
Panitia memperkirakan sebanyak 75 ribu hingga 100 ribu jamaah akan menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah negara yang memiliki komunitas pengamal Tarekat Tijaniyah.
Mayoritas jamaah diperkirakan datang menggunakan bus rombongan maupun kendaraan pribadi. Kehadiran puluhan ribu peserta itu menjadi momentum memperkuat ukhuwah, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan.
Tarekat Tijaniyah merupakan salah satu tarekat besar yang didirikan Syekh Abul Abbas Ahmad At-Tijani (1737–1815). Tarekat yang berpusat di Fes, Maroko, tersebut memiliki jutaan pengikut yang tersebar di Afrika, Timur Tengah, hingga Asia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Pondok Pesantren Darul Amin Pamekasan Terapkan Sistem Pendidikan Sayyid Muhammad Al-Maliki
Di Indonesia, jumlah pengikut Tarekat Tijaniyah diperkirakan mencapai sekitar 10 juta orang. Basis jamaah terbesar berada di Jawa Barat, Jawa Timur, khususnya Madura dan Tapal Kuda, serta Jawa Tengah.
Sejumlah syurafa' dan muqaddam internasional dijadwalkan hadir dalam Idul Khotmi Nasional tahun ini. Mereka antara lain Sayyidi Syarif Muhammad Alhabib dari Aljazair, Sayyidi Syekh Muhammad Oali Binduwainah dari Aljazair, Sayyidi Syekh Muhammad Hafidz Al-Mishri dari Mesir, dan Sayyidi Syekh Muhammad Alhabib Aljakkani dari Maroko.
Dari dalam negeri, sekitar 200 muqaddam Tarekat Tijaniyah dari berbagai provinsi dipastikan mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat nasional dan daerah juga dijadwalkan hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Agama, Gubernur Jawa Timur, serta para bupati se-Madura.
Selama tiga hari pelaksanaan, jamaah akan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Rangkaian acara meliputi wirid lazimah, ijtima' wadhifah dan hailalah, istighasah, khalwat Tijani, pembacaan Shalawat Fatih berjamaah, manaqib At-Tijani, tausiyah para syurafa' dan muqaddam, hingga halaqah muqaddam seluruh Indonesia.
Ketua Panitia Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 KH Junaidi Rasyidi mengatakan, penyelenggaraan tahun ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkokoh hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat persaudaraan dan kecintaan kepada tanah air.
"Melalui Idul Khotmi Nasional ke-234 ini, kami mengajak seluruh jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui dzikir yang istiqamah, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan komitmen cinta kepada tanah air sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin," ujarnya.
Baca Juga: Kontingen TMI Al-Amien Prenduan Raih Dua Penghargaan di WMSJ 2025
Junaidi menambahkan, panitia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah empat kabupaten di Madura, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta berbagai pihak terkait. Seluruh persiapan dilakukan agar kegiatan berlangsung aman, tertib, nyaman, dan khidmat.
"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia agar pelaksanaan Idul Khotmi Nasional ini berjalan lancar serta membawa manfaat yang luas, tidak hanya bagi jamaah Tarekat Tijaniyah, tetapi juga bagi masyarakat Madura dan Indonesia secara keseluruhan. Kami juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, kebersihan, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan," katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional merupakan amanah sekaligus kehormatan bagi pesantren. Menurutnya, pesantren sejak awal hadir sebagai pusat pendidikan, dakwah, pembinaan akhlak, dan penguatan nilai kebangsaan.
"Merupakan suatu kehormatan bagi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan untuk menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Kami menyambut seluruh jamaah sebagai saudara seiman yang datang untuk memperkuat dzikir, mempererat ukhuwah, dan memperbaharui komitmen pengabdian kepada Allah SWT serta kepada bangsa dan negara," tuturnya.
Ahmad Fauzi menegaskan bahwa ajaran Tarekat Tijaniyah tidak hanya membentuk pribadi yang dekat kepada Allah SWT. Ajaran tersebut juga melahirkan insan yang berakhlak mulia, peduli kepada sesama, dan memiliki tanggung jawab menjaga persatuan bangsa.
"Dzikir bukanlah jalan untuk menjauh dari kehidupan sosial, melainkan sumber kekuatan yang melahirkan manusia berakhlak mulia, mencintai sesama, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semakin dekat seseorang kepada Allah SWT, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menghadirkan kedamaian, persaudaraan, dan kemaslahatan di tengah kehidupan berbangsa," tegasnya.
Ia berharap Idul Khotmi Nasional menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus menunjukkan wajah Islam yang damai dan berkeadaban. Menurutnya, pesantren ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Islam mengajarkan kasih sayang, persaudaraan, kedamaian, dan kemajuan.
"Kami berharap seluruh jamaah menjadikan pertemuan akbar ini sebagai sarana memperkuat iman, memperluas persaudaraan, serta memperteguh komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari pesantren ini kami ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang menghadirkan kasih sayang, persaudaraan, kedamaian, dan kemajuan. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan kepada seluruh jamaah, masyarakat, bangsa Indonesia, dan umat manusia," pungkasnya.
Selain bernilai spiritual, kegiatan tersebut diperkirakan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Madura. Panitia akan menggelar bazar dan expo yang diikuti 121 pelaku UMKM dari empat kabupaten di Madura serta menyelenggarakan Gebyar Rebana sebagai hiburan religi bagi jamaah.
Baca Juga: Bank Jatim Gandeng PP Al-Amien Putri 1 Prenduan, Hadirkan Layanan Keuangan Digital JConnect Edu
Panitia juga telah menyiapkan berbagai aspek pendukung pelaksanaan kegiatan. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi kesehatan, dan relawan untuk memastikan pelayanan jamaah, pengaturan lalu lintas, parkir, kebersihan, hingga keamanan berjalan optimal.
Penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 diharapkan melahirkan semangat baru dalam memperkuat dzikir, mempererat ukhuwah, dan meneguhkan cinta tanah air. Pertemuan akbar tersebut juga diharapkan menjadi kontribusi nyata Tarekat Tijaniyah dalam memperkokoh persatuan bangsa serta memperluas syiar Islam yang damai, moderat, dan rahmatan lil 'alamin. (*/dry)
Editor : Hendriyanto