SUMENEP, RadarMadura.id –Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep sebagai penerima Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) 2026.
Itu menjadi langkah penting bagi RSUD dalam memperkuat layanan penanganan penyakit katastropik di Kota Keris.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Erliyati menyatakan program pemerintah pusat itu menjadi momentum penting untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Pihaknya berharap program tersebut mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.
Program itu menjadi bukti bahwa rumah sakit pelat merah milik Pemkab Sumenep tersebut terus berkembang menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang lebih kuat.
"Ini amanah besar, sekaligus bukti bahwa rumah sakit daerah mampu berkembang jadi pusat layanan kesehatan rujukan yang berkualitas," ujarnya.
Erliyati menjelaskan, program KJSU merupakan agenda nasional yang difokuskan pada penguatan penanganan empat kelompok penyakit prioritas.
Yaitu penyakit kanker, jantung, stroke, dan gangguan uronefrologi yang hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Maka, untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah memberikan dukungan berupa pembangunan gedung layanan, pengadaan peralatan kesehatan modern, dan penguatan sumber daya manusia.
Menurutnya, dukungan itu juga mencakup dokter spesialis sesuai dengan kebutuhan layanan.
"Kebutuhan terhadap layanan itu sangat penting, karena sebagian besar kasus kematian di Indonesia masih didominasi oleh penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan cepat dan fasilitas kesehatan yang memadai," ucapnya.
Pemerintah memberikan perhatian khusus agar layanan penyakit kritis semakin mudah dijangkau masyarakat.
Itu sejalan dengan harapan masyarakat Sumenep yang selama ini masih bergantung pada rumah sakit di luar daerah.
"Pemerintah memberikan perhatian khusus melalui program KJSU, sehingga layanan kesehatan untuk penyakit tersebut semakin dekat dengan masyarakat," ucapnya.
Pembangunan gedung khusus KJSU di RSUDMA kini masih berlangsung. Fasilitas itu ditarget segera selesai sehingga layanan unggulan itu dapat mulai beroperasi pada 2027.
"Bila semua tahapan berjalan sesuai rencana, layanan unggulan KJSU bakal beroperasi penuh 2027," sambungnya.
Erliyati mengungkapkan, layanan kanker dan uronefrologi telah didukung tenaga medis yang memadai.
Sedangkan dokter spesialis jantung masih menjalani pendidikan dan kebutuhan tenaga layanan stroke terus dipenuhi.
Perempuan berhijab itu berharap, dengan berbagai persiapan itu, masyarakat Sumenep tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan penyakit kritis.
Serta dapat mempercepat akses pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Kami ingin seluruh pasien bisa memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan berkualitas di rumah sakit," tandasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri