Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemkab  Sumenep Klaim Teras TPID Efektif Kendalikan Inflasi

Amin Basiri • Senin, 29 Juni 2026 | 08:05 WIB
PUSAT EKONOMI: Abang bentor sedang mengantar warga yang hendak berbelanja ke Pasar Anom Sumenep, Minggu (28/6).
PUSAT EKONOMI: Abang bentor sedang mengantar warga yang hendak berbelanja ke Pasar Anom Sumenep, Minggu (28/6).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengeklaim program teras tim pengendali inflasi daerah (TPID) atau warung inflasi efektif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi.

Program itu dijalankan melalui operasi pasar rutin di sejumlah pasar tradisional dengan menggandeng Bulog.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, tingkat inflasi bulanan (month-to-month) pada Mei 2026 sebesar 0,16 persen.

Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 2,07 persen.

Kepala BPS Sumenep Handoyo Wijoyo mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi terbesar, yaitu 0,16 persen.

Selanjutnya, disusul kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran dengan andil 0,10 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,05 persen.

Namun, secara tahunan atau year-on-year (yoy), tekanan inflasi di Kabupaten Sumenep pada Mei 2026 mencapai 5,12 persen, jauh melampaui angka pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,61 persen.

Artinya, meningkat dari posisi April 2026 yang berada di level 4,13 persen.

”Inflasi Mei berhasil diredam oleh turunnya harga perhiasan yang mengalami deflasi 4,42 persen, dengan andil menahan laju inflasi hingga 0,23 persen,” katanya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Idham Halil mengeklaim pelaksanaan warung inflasi melalui operasi di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Gapura, Bluto, Dasuk, dan lainnya, cukup efektif.

Utamanya dalam mengendalikan harga beras dan minyak goreng, khususnya MinyaKita.

Menurutnya, operasi pasar itu dilakukan hampir setiap minggu melalui kerja sama dengan Bulog.

Fokus kegiatan itu pada dua komoditas kebutuhan, yakni beras dan minyak goreng. 

Namun, belakangan lebih fokus pada pengendalian harga MinyaKita.

”Saat ini fokus ke MinyaKita untuk melakukan operasi pasar agar penjualannya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET),” jelasnya.

Ditambahkan, dalam operasi pasar itu, TPID bersama Bulog membawa sebanyak 80 karton minyak goreng dan biasanya setiap operasi langsung habis.

”Pelaksanaan warung inflasi efektif dalam mengendalikan lonjakan harga. Buktinya, secara umum harga komoditas kebutuhan saat ini stabil dan tidak terjadi panic buying,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#pemkab sumenep #ekonomi #inflasi #tpid