SUMENEP, RadarMadura.id – Proses seleksi 75 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 sudah tuntas.
Belanja seragam Paskibraka tersebut menyedot anggaran ratusan juta.
Namun, hingga Minggu (31/5), pengadaan seragam oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep belum tuntas.
Kepala Bakesbangpol Sumenep Achmad Dzulkarnain mengakui jika pihaknya menyediakan anggaran Rp 200.345.280 untuk belanja seragam Paskibraka.
Ini merupakan belanja rutin tahunan yang harus disiapkan. Sebab, setiap tahun pihaknya melakukan seleksi anggota Paskibraka.
”Anggarannya tidak jauh berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, anggota Paskibraka yang direkrut kan sama,” katanya.
Dzulkarnain menyampaikan, anggaran tersebut belum dibelanjakan. Dia berdalih, masih dalam proses perencanaan.
Di samping itu, pelaksanaan hari kemerdekaan tinggal dua bulan lagi.
Menurutnya, sisa waktu masih cukup untuk melakukan belanja seragam tersebut.
”Biasanya menjelang hari kemerdekaan kita mulai lakukan belanja seragamnya,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, biasanya ada dua jenis seragam yang dibelanjakan.
Di antaranya, seragam latihan dan kostum khusus yang dipakai saat upacara pengibaran bendera.
Menurutnya, seragam yang disediakan bukan hanya untuk peserta Paskibraka.
”Nanti seragam itu untuk anggota Paskibraka dan juga para pelatih,” ungkap Dzulkarnain.
Dia menambahkan, saat ini peserta yang lolos diperintahkan untuk menunggu informasi lanjutan dari instansinya.
Yakni berkenaan dengan pelaksanaan pelatihan. Sebelum hari kemerdekaan, mereka akan digembleng untuk latihan.
”Untuk latihannya belum kita mulai. Mungkin nanti di bulan Juli atau awal Agustus,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti