PAMEKASAN, RadarMadura.id – Musim kurban mulai mendatangkan berkah bagi peternak sapi di Pamekasan.
Salah satunya dirasakan Katandur Farm di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, pesanan sapi di peternakan tersebut terus berdatangan dari berbagai daerah.
Dari total 120 ekor sapi yang disiapkan tahun ini, sebanyak 99 ekor sudah lebih dulu di-booking pembeli.
Artinya, lebih separo stok sapi yang tersedia di peternakan milik putra Pengasuh Ponpes Al Hamidy Banyuanyar Abdul Aziz Muhammad Rofi’i alias lora Izzu ludes terjual.
Bahkan, sapi-sapi di peternakan itu sudah laku beberapa bulan sebelumnya.
Tak hanya di Madura, sejumlah pemesan datang dari Surabaya, Magetan, Jakarta, hingga beberapa daerah lain di luar pulau.
Pengelola Katandur Farm Abd. Rahman mengatakan, tingginya permintaan mulai terasa sejak beberapa pekan terakhir.
Pemesannya berasal dari berbagai kalangan. Mulai petani, pedagang, hingga pengusaha yang hendak berkurban pada Idul Adha tahun ini.
’’Sudah 99 sapi yang dipesan,’’ katanya saat ditemui di kandang Katandur Farm, Rabu (20/5).
Menurut Rahman, harga sapi di Katandur Farm cukup bervariasi. Mulai Rp 17 juta hingga lebih dari Rp 100 juta per ekor.
Harga tersebut disesuaikan dengan bobot dan kualitas sapi yang dipilih oleh calon pembeli.
Salah satu sapi premium di peternakan itu bahkan terjual Rp 117 juta kepada pembeli asal Surabaya.
Mayoritas sapi yang dijual memiliki bobot sekitar 200 kilogram lebih dengan perawatan khusus selama masa pemeliharaan berlangsung.
Dia menyebut, harga sapi biasanya terus merangkak naik mendekati Hari Raya Idul Adha.
Kondisi tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan pasar dan tingginya permintaan sapi kurban setiap memasuki musim kurban tahunan.
’’Semakin dekat Idul Adha biasanya harga naik karena kebutuhan pasar juga meningkat. Makanya, ada yang beli jauh-jauh hari sebelumnya agar dapat harga yang pas dan masih punya banyak pilihan,’’ ujarnya.
Rahman memastikan kualitas sapi di Katandur Farm tetap menjadi perhatian utama.
Selain menjaga pola pakan dan kebersihan kandang, kondisi ternak juga dijaga agar tidak mudah stres menjelang masa pengiriman kepada pembeli.
Ketua Tim Pengelola Katandur Farm Hakim menambahkan, sapi di peternakan tersebut rutin diperdengarkan murotal Al-Qur’an dan salawat setiap hari.
Cara itu dilakukan untuk membuat sapi lebih tenang selama masa perawatan di kandang.
Menurut dia, suara murotal diputar menggunakan pengeras suara yang dipasang di sekitar area kandang.
Pemutaran murotal dilakukan sejak pagi hingga malam hari agar seluruh sapi di peternakan bisa mendengar lantunan tersebut secara rutin. ’’Biar sapi lebih tenang dan tidak gampang stres,’’ katanya.
Hakim menilai, kondisi sapi yang tenang cukup memengaruhi kualitas ternak.
Sapi yang tidak mudah stres cenderung memiliki nafsu makan lebih baik sehingga pertumbuhan bobot tubuhnya juga lebih maksimal menjelang musim kurban.
Selain memperhatikan ketenangan ternak, perawatan sapi dilakukan secara intensif setiap hari.
Mulai pemberian pakan, vitamin, hingga kebersihan kandang menjadi perhatian agar kesehatan sapi tetap terjaga sampai masa penjualan berlangsung. ’’Perawatannya memang kami maksimalkan sejak awal,’’ ujarnya.
Dia menyebut, sebagian besar sapi di Katandur Farm dirawat sejak usia muda.
Karena itu, kualitas ternak tetap terjaga hingga Hari Raya Idul Adha.
Kondisi tersebut membuat permintaan sapi dari luar daerah terus meningkat setiap tahun. (afg/han)
Editor : Amin Basiri