Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pertama Terjadi Sepanjang Tahun 2026, Kabupaten Sumenep Mengalami Deflasi Bulanan

Amin Basiri • Selasa, 12 Mei 2026 | 14:20 WIB
Ilustrasi dibantu AI
Ilustrasi dibantu AI

SUMENEP, RadarMadura.id – Kabar baik datang dari Kabupaten Sumenep. Untuk kali pertama sepanjang 2026, Sumenep mencatat deflasi bulanan sebesar 0,40 persen pada April 2026. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Handoyo Wijoyo mengungkapkan, pada April 2026, Kabupaten Sumenep mengalami deflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,40 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,92 persen. Deflasi ini merupakan yang pertama terjadi sepanjang 2026. 

Pemicu utama deflasi April 2026, terutama, dipengaruhi oleh dua kelompok pengeluaran utama yang mengalami penurunan indeks.

Yaitu, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memberikan andil deflasi sebesar 0,33 persen; serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil deflasi sebesar 0,13 persen.

Komoditas yang paling berperan dalam deflasi bulanan (m-to-m) pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau secara berurutan adalah cabai rawit (-0,18%), daging ayam ras (-0,17%), cumi-cumi (-0,08%), telur ayam ras (-0,07%), dan beras (-0,04%).

”Sementara komoditas yang dominan menyumbang deflasi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya adalah emas perhiasan dengan andil sebesar 0,14 persen,” terang Handoyo Wijoyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5).

Di sisi lain, beberapa komoditas masih memberikan tekanan inflasi secara bulanan (m-to-m) pada April 2026.

Komoditas tersebut, antara lain minyak goreng, daging sapi, tomat, pemeliharaan/servis, laptop/notebook, ketimun, kangkung, udang basah, serta bahan bakar rumah tangga. 

Handoyo menambahkan, selain melihat perkembangan inflasi bulanan, inflasi tahunan (y-on-y) juga menjadi indikator penting. Pada April 2026; inflasi tahunan Kabupaten Sumenep tercatat sebesar 4,13 persen.

Angka inflasi tahunan (y-on-y) ini lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 5,31 persen; atau mengalami penurunan sebesar 1,18 poin. 

Tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan pada April 2026 adalah kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil sebesar 1,77 persen.

Kelompok ini didominasi oleh komoditas emas perhiasan dengan kontribusi 1,64 persen. 

Kemudian, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 1,68 persen. Terutama disumbang oleh sigaret kretek mesin (0,25%), beras (0,23%), dan ikan tongkol (0,22%).

Kelompok ketiga adalah kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran dengan andil sebesar 0,28 persen. Terutama berasal dari komoditas nasi dengan lauk sebesar 0,21 persen. 

Emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi tahunan pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil mencapai 1,64 persen.

Secara tahunan, harga emas pada April 2026 tercatat meningkat sekitar 44,50 persen dibandingkan April 2025. 

Hal ini menempatkan emas perhiasan sebagai komoditas penyumbang terbesar inflasi tahunan; baik pada bulan April 2026 maupun dalam kurun satu tahun terakhir. 

”Meskipun demikian, secara bulanan harga emas perhiasan pada April 2026 mengalami penurunan sebesar 2,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” jelas Handoyo.

Handoyo menambahkan, tarif listrik pada Maret 2026 menjadi penyumbang terbesar kedua untuk inflasi tahunan (y-on-y).

Namun, pada April 2026 tidak lagi termasuk dalam 20 komoditas utama penyumbang inflasi tahunan. 

Posisi tersebut digantikan oleh Sigaret Kretek Mesin dengan andil sebesar 0,25 persen.

Komoditas yang termasuk dalam 20 besar penyumbang inflasi tahunan secara berurutan meliputi emas perhiasan, sigaret kretek mesin, beras, ikan tongkol, nasi dengan lauk, daging ayam ras, dan tongkol diawetkan.

Selain itu, minyak goreng, daging sapi, sigaret kretek tangan, tarif air minum PAM, telur ayam ras, tukang bukan mandor, udang basah, tomat, bimbingan belajar, jeruk, tarif gunting rambut, ikan layang, dan serta apel.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil terhadap deflasi y-on-y pada April 2026.

Komoditas tersebut, antara lain, bawang putih, bawang merah, kelapa, cumi-cumi, angkutan antar kota, tarif kendaraan travel, wortel, sabun mandi cair, daun bawang, bahan bakar rumah tangga, susu bubuk untuk balita, dan kemiri. (*/luq)

Editor : Amin Basiri
#indeks harga #deflasi #sumenep