SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 115 lembaga di Kabupaten Sumenep tercatat sebagai penerima dana hibah.
Anggarannya, melekat di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep.
Kepala Dinsos P3A Sumenep Abd. Rahman Riadi menyatakan, bantuan dana hibah yang melekat di lembaganya belum terealisasi.
Saat ini masih proses verifikasi dan validasi (verval) lembaga penerima bantuan.
Itu dilakukan untuk menentukan layak tidaknya lembaga penerima bantuan dari Pemkab Sumenep.
Proses tersebut dilakukan dengan turun langsung ke alamat masing-masing lembaga calon penerima bantuan.
Baca Juga: Anggarkan Delapan Miliar, Pemkab Tunjuk Dinsos P3A Kelola Hibah Kelembagaan
Proses vervalnya sudah 90 persen, klaimnya, kemarin (27/4).
Verlval itu menjadi tahapan yang paling krusial. Lembaga yang dinyatakan layak dan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan akan ditetapkan berdasarkan surat keputusan (SK) bupati.
SK tersebut menjadi dasar pencairan bantuan untuk lembaga penerima.
”Kita upayakan secepatnya bantuan hibah itu bisa terealisasi, imbuhnya.
Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep itu menambahkan, ratusan lembaga penerima hibah itu tersebar di seluruh kecamatan di Kota Keris. Sebab, calon penerimanya diusulkan oleh anggota DPRD Sumenep.
Program ini semuanya pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan, katanya. (iqb/jup)
Editor : Amin Basiri