SUMENEP, RadarMadura.id – Sejumlah kendaraan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep dalam kondisi tidak layak pakai.
Misalnya, bak truk pengangkut sampah yang dibiarkan beroperasi meski kondisinya rusak.
Truk pengangkut sampah itu terpantau melintas di Jalan Jokotole menuju Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Batuan, Sumenep.
Tahun ini DLH mengelola anggaran mencapai Rp 1.248.715.200.
Anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk biaya pemeliharaan alat angkutan operasional.
Berdasarkan sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), kegiatan tersebut dibagi menjadi delapan paket.
Setiap paket anggarannya bervariasi. Paling besar mencapai Rp 680.899.200 yang dialokasikan untuk biaya pemeliharaan kendaraan dinas operasional termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf tidak dapat dimintai keterangan terkait hal tersebut.
Saat dihubungi melalui nomor yang biasa digunakan, yang bersangkutan tidak merespons.
Begitu pun dengan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Sumenep Deddy Surya.
Dia tidak menjawab konfirmasi yang dilakukan koran ini.
Beberapa kali dihubungi melalui nomor yang biasa digunakan, tapi tidak aktif.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri meminta DLH segera memperbaiki bak truk sampah yang tidak layak pakai tersebut.
Apalagi tahun ini anggaran untuk pemeliharaan kendaraan sangat besar.
”Kalau tetap dibiarkan seperti itu, pemerintah seharusnya malu kepada masyarakat. Karena kita sudah disediakan APBD untuk pemeliharaan. Makanya truk itu harus segera diperbaiki,” pintanya. (tif/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti