SUMENEP, RadarMadura.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama momentum Hari Raya Idul Fitri. Juga, ingin menjaga ketersediaan kebutuhan aman.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Moh. Ramli mengeklaim, lembaganya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok.
Utamanya di pasar tradisional terbesar di Kota Keris, yakni Pasar Anom Baru Sumenep.
Harga kebutuhan pokok masih relatif stabil karena didukung dengan ketersediaan stok yang memadai, ujarnya
Stabilitas harga dipengaruhi oleh dua faktor. Yakni ketersediaan stok dan kelancaran distribusi.
Jika stok tersedia, tapi distribusi terhambat, dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
Secara umum harga masih stabil. Meskipun, memang ada satu atau dua komoditas mengalami fluktuasi, kadang naik, kadang turun, terangnya.
Ramli memaparkan, cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi.
Harga cabai sempat menyentuh Rp 102 ribu per kilogram. Padahal idealnya, hanya berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram.
Pemkab Sumenep terus melakukan pengawasan bersama sejumlah pihak melalui tim pengendalian inflasi daerah (TIPD).
Pengawasan juga dilakukan bersama satgas pangan yang melibatkan aparat penegak hukum.
Pengawasan kami lakukan tidak hanya menyasar pedagang di tingkat pengecer, tetapi juga distributor dan gudang penyimpanan bahan pokok, katanya.
Pemerintah harus memastikan tidak ada penahanan stok ataupun praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran.
Selain pengawasan, Pemerintah juga aktif menggelar program gerakan pasar murah di berbagai titik, termasuk di sekitar Pasar Anom dan beberapa pasar tradisional lainnya.
Program ini untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, ucapnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meminta pengawasan dan pemantauan harga kebutuhan pokok harus dilakukan secara intensif. Tidak hanya daratan, tetapi juga di wilayah kepulauan.
Sebab, selama Lebaran, konsumsi masyarakat biasanya meningkat.
Ketersediaan bahan pokok di wilayah kepulauan juga harus dipastikan aman, jangan hanya di wilayah daratan, tegasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri