SUMENEP, RadarMadura.id - Program mudik gratis yang dilucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep disambut antusias warga kepulauan.
Karena itu, wakil rakyat mengingatkan pemerintah agar tidak ada oknum yang memanfaatkaan program tersebut untuk kepentingan pribadi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Wahyudi menilai, program mudik gratis merupakan kebijakan yang sangat membantu masyarakat.
Khususnya warga perantauan yang ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Inisiatif tersebut patut diapresiasi karena mampu meringankan biaya transportasi masyarakat.
Terutama bagi warga kepulauan yang selama ini bergantung pada alat transportasi laut.
"Program ini sangat baik dan patut kita apresiasi karena membantu masyarakat yang ingin pulang kampung saat Lebaran,” katanya.
Meski begitu, pihaknya mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut diawasi pengawasan ketat.
Sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Khususnya calo yang menjual kembali tiket secara tidak resmi. Sebab, praktik itu sangat merugikan masyarakat.
”Jangan sampai program yang tujuannya membantu masyarakat justru disalahgunakan oleh calo tiket. Itu tentu akan merugikan masyarakat dan pemerintah,” ucapnya.
Dia meminta Pemkab Sumenep memperkuat sistem pengawasan serta pendataan peserta mudik gratis.
Sehingga, penyaluran tiketnya benar-benar tepat sasaran. ”Jangan sampai masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya justru tidak kebagian tiket karena ada pihak yang memanfaatkan situasi,” katanya.
Plt Kepala Disperkimhub Sumenep Achmad Dzulkarnain menyatakan, untuk dapat mengikuti program mudik gratis, masyarakat diwajibkan menunjukkan kartu identitas. Tujuannya, untuk memastikan pemudik benar-benar warga kota keris,
Program tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
"Harapannya, program ini dapat membantu meringankan biaya perjalanan para perantau sekaligus memastikan perjalanan mudik berjalan dengan aman dan lancar," tandasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri