Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

SPPG Mitra Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Abaikan Instruksi BGN, Tetap Distribusikan MBG secara Bundling

Hasan Bashri • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:42 WIB

TAK SESUAI INSTRUKSI: Paket MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur Yayasan Rumah Juang Garuda Emas, Senin (2/3).
TAK SESUAI INSTRUKSI: Paket MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur Yayasan Rumah Juang Garuda Emas, Senin (2/3).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sepenuhnya sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satunya terkait larangan distribusi paket makanan secara bundling.

Larangan distribusi MBG secara bundling itu ditegaskan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Soni Sanjaya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN 1 Keramat Jati, Senin (2/3).

Dengan tegas dia menginstruksikan kepada seluruh kepala SPPG tidak ada lagi bundling menu makanan untuk anak sekolah pada hari aktif. ”Bundling hanya boleh dilakukan saat hari libur atau akhir pekan,” tulis Soni di akun Instagramnya.

Larangan bundling itu untuk menjaga kualitas makanan tetap optimal, segar, dan layak konsumsi setiap hari. Sebab,, jelas dia, program ini menekankan pada kualitas, keamanan, dan standar penyajian. ”Bukan sekadar kepraktisan pembagian makanan,” imbuhnya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak SPPG yang mendistribusikan paket MBG secara bundling atau dirapel. Seperti SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur.

SPPG dengan mitra Yayasan Rumah Juang Garuda Emas itu biasa menyalurkan MBG secara bundling. Terutama pada bulan Ramadan.

Pada bulan puasa ini paket MBG disalurkan dua kali dalam sepekan. Yakni, tiap Senin dan Kamis. Distribusi Senin untuk jatah hingga Rabu. Sedangkan jatah Kamis, Jumat, dan Sabtu didistribusikan Kamis.

Kepala SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur Aril Maulana Ramadhan menjelaskan, penyaluran menu MBG di wilayahnya dilakukan dengan sistem bundling tiga hari. Menu diperuntukkan per hari. Namun, distribusinya digabung dan disalurkan dua kali dalam sepekan.

Anggaran untuk menu porsi kecil Rp 8 ribu per porsi. Sedangkan untuk porsi besar Rp 10 ribu per porsi. Aril mengeklaim, setiap komposisi menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima, baik porsi kecil maupun porsi besar.

”Seperti penggunaan telur puyuh untuk porsi kecil itu, karena menyesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima,” terangnya.

Paket MBG porsi kecil dan porsi besar yang disalurkan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur, Kamis (5/3) hanya berbeda jumlah telur puyuh dan kurma. Porsi kecil terdiri atas dua kotak susu, satu roti, satu buah pisang, satu buah salak, satu butir telur ayam rebus, lima butir telur puyuh rebus, dan tiga biji kurma.

Sedangkan paket MBG porsi besar berisi satu roti, dua kotak susu, satu buah pisang, satu buah salak, satu butir telur ayam rebus, enam butir telur puyuh rebus, dan empat biji kurma.

Distribusi MBG secara bundling juga dilakukan SPPG Sumenep Saronggi Talang (Yayasan Rumah Juang Garuda Emas), SPPG Sumenep Lenteng Jambu (Yayasan Mathlabul Ulum), dan beberapa dapur MBG yang lain.

”Menu kering rapel 3 hari, semangat puasanya adik-adik,” tulis akun Tiktok SPPG SYITA ANANTA TALANG menyertai video menu di atas tas dengan tulisan ”SPPG Sumenep Saronggi Talang Yayasan Rumah Juang Garuda Emas”. (tif/luq)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Hasan Bashri
#Mbg #Makan Bergizi Gratis #SPPG #Yayasan Rumah Juang Garuda Emas #dapur MBG #SPPG Lenteng Timur