
SUMENEP, RadarMadura.id – Para pelajar di Kabupaten Sumenep menunjukkan cara berbeda dalam belajar coding.
Mereka mengasah logika pemrograman tanpa menggunakan komputer maupun laptop di tengah derasnya arus digitalisasi pendidikan dan penggunaan artificial intelligence (AI).
Hal tersebut tersaji dalam ajang Educreative Hardiknas dan Harkitnas 2026 yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (18/5).
Salah satu yang menarik perhatian adalah Lomba Unplugged Coding.
Kompetisi tersebut diklaim sebagai yang pertama di Madura karena menggabungkan tiga kemampuan sekaligus.
Yakni, computational thinking, keterampilan mekanik, dan kemampuan public speaking dalam satu perlombaan.
Acara tersebut diinisiasi oleh Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) bersama Konsorsium Pustaka Merdeka Madura (PMM).
Ketua Panitia AKSES Sucipto mengatakan, dalam lomba tersebut murid SD hingga SMP tidak diminta membuat program di layar komputer.
Tetapi, mereka ditantang merakit berbagai alat berbasis sains dan teknologi sederhana.
Sedangkan tema yang diangkat meliputi Mini Overhead Projector, Hydraulic Scissor Lift, Motor Listrik, hingga Passenger Lift.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




