Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengembangan Sektor Pertanian Rambah Perkebunan

Amin Basiri • Rabu, 4 Maret 2026 | 12:43 WIB

BERDAYA: Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mendampingi Wabup Imam Hasyim saat peresmian kawasan smart farming hortikultura di Desa Kasengan, Kecamatan Manding.
BERDAYA: Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mendampingi Wabup Imam Hasyim saat peresmian kawasan smart farming hortikultura di Desa Kasengan, Kecamatan Manding.

 SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperluas arah pengembangan sektor pertanian. Tidak hanya fokus pada tanaman pangan, tapi kini merambah subsektor perkebunan sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, pemerintah pusat tengah menggulirkan program pengembangan ilmu komoditas perkebunan strategis. Yakni, kopi, kakao, tebu, kelapa, dan jambu mete.

”Dari program itu Sumenep mendapatkan alokasi peremajaan serta pengembangan untuk komoditas kelapa dan jambu mete,” katanya.

Dia menyatakan, perluasan tanaman perkebunan dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sektor pertanian daerah.

Dengan bertambahnya luasan tanam dan perbaikan kualitas tanaman, produktivitas komoditas perkebunan diproyeksikan dapat ikut terdongkrak di masa mendatang.

Di sisi lain, peningkatan produksi tanaman pangan juga tetap menjadi prioritas. DKPP menargetkan kenaikan produktivitas gabah dari rata-rata enam ton per hektare menjadi tujuh hingga delapan ton per hektare.

Target itu akan dicapai melalui pendampingan intensif kepada petani serta penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.

”Tentunya target itu diperkuat dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM),” ucapnya.

Dijelaskan, pihaknya secara berkelanjutan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada penyuluh pertanian agar mampu mendampingi petani secara optimal.

Pembinaan kepada petani juga terus dilakukan agar pola tanam dan budi daya sesuai dengan kaidah pertanian.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi bagian dari strategi percepatan produktivitas. Salah satunya melalui penggunaan drone untuk mendukung efisiensi pemupukan, penyemprotan, hingga pemantauan kondisi lahan pertanian.

”Penyuluh pertanian harus terus melakukan pendampingan berkelanjutan agar peningkatan produktivitas berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #Pertanian #tanaman pangan