Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Susu Program MBG di Sumenep Tak Sesuai Juknis

Amin Basiri • Senin, 2 Maret 2026 | 11:28 WIB

TAK SESUAI JUKNIS: Menu Program MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur kepada siswa pada Senin (23/2).
TAK SESUAI JUKNIS: Menu Program MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur kepada siswa pada Senin (23/2).

SUMENEP, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) menuai sorotan. Pasalnya, menu yang didistribusikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tidak sesuai petunjuk teknis (juknis).

Ketidaksesuaian menu dengan juknis tersebut terlihat kemasan produk susu dalam paket MBG.

Seperti yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng  Timur kepada siswa pada Senin (23/2).

Susu MBG diatur dalam Petunjuk Teknis Penyediaan dan Distribusi Susu Pada Program MBG.

Secara khusus Tabel 16 yang memuat Persyaratan Kemasan Produk Susu yang Digunakan dalam Program MBG.

Dalam tabel halaman 37 itu menyebutkan bahwa kemasan harus menyertakan keterangan alokasi khusus produk susu untuk Program MBG, seperti ”Hanya untuk Program Makan Bergizi Gratis”.

Selain itu, desain kemasan tidak memuat logo perusahaan, tetapi mencatumkan diproduksi oleh PT XXX (identitas perusahaan perlu untuk aspel traceability jika terjadi sesuatu terkait kualitas produk) untuk BGN

Desain juga harus mencantumkan tulisan ”Program Makan Bergizi Gratis” serta logo dan tulisan ”Badan Gizi Nasional”. Perlu dicantumkan juga” TIDAK UNTUK DIJUAL + Tanda recycle + Tanda buang sampah pada tempatnya”.

Juknis itu juga mengatur penggunaan bahan kemasan yang dapat didaur ulang. Fakta di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan juknis Badan Gizi Nasional (BGN).

Seperti menu MBG SPPG Sumenep Lenteng Timur. Susu dari dapur MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas itu layaknya susu kotak pasaran. Tidak ada keterangan khusus bahwa susu hanya untuk program MBG.

Selain itu, kemasan mencantumkan logo perusahaan, tidak ada logo dan tulisan Badan Gizi Nasional (BGN) serta tidak ada tulisan ”tidak untuk dijual”.

Kepala SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur Aril Maulana Ramadhan menjelaskan, penggunaan susu dalam paket MBG bukanlah komponen wajib, melainkan hanya tambahan.

”Susu itu hanya sebagai tambahan sebenarnya, sebagai pelengkap, sebagai tambahan protein,” jelasnya. (tif/luq)

 

 

 

Editor : Amin Basiri
#Program Makanan Bergizi #badan gizi nasional #sumenep #SPPG #BGN #lenteng