SUMENEP, RadarMadura.id – Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura resmi meluncurkan program bertajuk Innovative Collaborative Project. Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda).
Dalam prosesi launching ceremony itu, juga dilakukan serah terima 100 stan toko yang akan dikelola oleh 1.000 mahasiswa selama satu semester.
Rektor Uniba Madura Prof. Rachmad Hidayat menjelaskan, program ini menjadi wadah praktik kewirausahaan bagi mahasiswa melalui perpaduan pembelajaran teori dan praktik lapangan. Pada tiga minggu pertama, mahasiswa mendapatkan penguatan materi teoretis di kampus.
”Pada pekan keempat, mereka langsung terjun ke lapangan untuk mengelola usaha secara nyata,” terangnya.
Sebanyak seribu mahasiswa lintas semester dan lintas program studi akan ditempatkan di seratus stan yang berada di Blok A lantai 2 Pasar Anom Baru Sumenep.
Setiap kelompok terdiri atas 10 mahasiswa dan mendapatkan satu ruko atau stan sebagai tempat usaha.
”Mereka akan berkolaborasi menjalankan bisnis secara langsung, baik secara daring (online) maupun luring (offline), dan dijadwalkan aktif setiap hari di lokasi tersebut hingga Juni mendatang,” jelasnya.
Dia menegaskan, seluruh fasilitas seperti stan dan sarana pendukung disiapkan bersama mitra, sehingga mahasiswa dapat lebih fokus pada pengembangan usaha.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pengalaman teknis berdagang, tetapi juga manajemen usaha, kerja tim, serta strategi pemasaran.
Prof. Rachmad Hidayat menambahkan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya BPRS Bhakti Sumekar, atas dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut.
Dia berharap, pengalaman selama satu semester ini mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
”Harapannya, mereka tidak hanya mampu mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” harapnya. (tif/han)
Editor : Amin Basiri