SUMENEP, RadarMadura.id – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menerapkan penyesuaian kriteria keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH).
Akibatnya, jumlah penerima di Kabupaten Sumenep berkurang menjadi 72.321. Diperkirakan ada ribuan KPM yang dihapus.
Ketua Tim SDM PKH Kabupaten Sumenep Hairullah mengatakan, saat ini terdapat penyesuaian penerima PKH sejak triwulan I 2026.
Sebelumnya, penerima program ini menyasar desil 1 sampai 5. Akan tetapi, sekarang hanya menyasar desil 1 sampai 4.
”Ini sudah kebijakan pemerintah pusat. Kami di bawah hanya menjalankan pemberian bantuan sesuai dengan data yang ada", katanya.
Hairullah mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa KPM di Sumenep yang terdampak kebijakan tersebut.
Sesuai data nasional, tercatat ada 696.920 penerima PKH yang dicoret atau dialihkan. ”Kalau khusus Sumenep berapa banyak, kami tidak miliki datanya", ujarnya.
Dijelaskan, jika dilihat dari data sebelumnya, jumlah KPM PKH mengalami pengurangan. Pada triwulan kedua 2025 tercatat ada 78.137 KPM.
Dia mengaku lupa data triwulan ketiga dan keempat. Namun, jumlah penerimanya tidak jauh berbeda dengan triwulan kedua.
"Per 11 Januari 2026 ini tercatat ada 72.321 penerima PKH. Setiap triwulan datanya memang berubah-ubah", jelas Hairullah.
Menurut dia, yang menentukan sasaran penerima program tersebut langsung Kementerian Sosial.
Pihaknya hanya bertugas mengawal proses pencairannya sesuai dengan data yang ada.
”Jadi kalau ada KPM (keluarga penerima manfaat) yang tiba-tiba tidak menerima PKH, jangan kaget. Mungkin masuk ke dalam orang yang dinyatakan tidak layak menerima program tersebut", tukasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samioeddin mengutarakan, PKH merupakan program pemerintah pusat.
Berkenaan dengan penerima, ditentukan langsung oleh kementerian. Dia berharap, pendamping lebih selektif dalam mendata KPM sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Kami juga tidak mengetahui secara pasti pertimbangan penyesuaian penerima PKH ini. Sebab, ini merupakan program pusat. "Yang jelas kami berharap agar program ini tepat sasaran", katanya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri