Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hasil Riset Belum Dilaksanakan

Amin Basiri • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:09 WIB

 

TERGENANG: Masyarakat mendorong kendaraannya di Jalan Nasional Sumenep–Pamekasan di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi.
TERGENANG: Masyarakat mendorong kendaraannya di Jalan Nasional Sumenep–Pamekasan di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi.
 

KOTA, Jawa Pos Radar Madura – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sumenep bekerja sama dengan ITS Surabaya dalam melakukan riset terkait penanganan banjir di Kota Keris.

Meski begitu, hingga sekarang hasil riset tersebut belum diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Akibatnya, hasil riset belum ditindaklanjuti.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas PUTR Sumenep Dedi Falahudin mengaku, instansinya belum menerima hasil riset brida bersama ITS tersebut. Pihaknya masih menunggu penyerahan hasil riset yang dilengkapi dengna rekomendasi.

Jika sudah diterima, pihaknya akan merancang rumusan kebijakan untuk menindaklanjuti. Jika riset diserahkan awal tahun, makan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026.

”Jika waktunya tidak nutut, kemungkinan akan dimasukkan dalam APBD 2027,” katanya.

Dedi mengutarakan, rekomendasi kebijakan dari hasil riset akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Artinya, tidak semua bisa dilaksanakan dalam satu tahun anggaran.

Dia menyatakan, konsep penanganan banjir sudah dibahas. Namun, hal itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran. ”Master plan drainase yang digunakan saat ini masih mengacu ke tahun 2012,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Wahyudi menekankan agar hasil penelitian diimplementasikan secara serius oleh OPD terkait. Sebab, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bencana banjir di wilayah perkotaan akan berkepanjangan.

”Sejauh ini berbagai program pemkab untuk menangani banjir belum berdampak secara signifikan,” ungkapnya.

Dia meminta agar setiap program yang dirancang ekskutif harus ada kajian secara komprehensif. Sehingga, programnya tepat dan berdampak maksimal, tidak hanya asal ada program.

”Pastinya, dinas PUTR harus fokus memperbaiki irigasi dan saluran air khusunya di kawasan yang rentan terjadi genangan hingga banjir,” pesannya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #Banjir #riset