SUMENEP, RadarMadura.id – Memasuki perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumenep melakukan sidak ke Pasar Anom Baru.
Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan stok sembako aman serta harganya tetap terkendali.
Pemantauan ke pasar itu dipimpin langsung oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setkab Sumenep Abdul Majid.
Juga Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Eko Santoso.
Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengatakan, kegiatan itu untuk memastikan stok kebutuhan pokok menjelang menjelang Nataru aman.
Juga untuk mengecek fluktuasi harga di pasaran. Dalam kegiatan tersebut, BPS turut dilibatkan untuk mengukur dan memantau tingkat inflasi daerah.
”Dari hasil pengecekan kami, stok sembako di pasar aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Nataru. Untuk harga bisa dikatakan relatif stabil,” terangnya.
Dia menyatakan, ada beberapa komoditas yang harganya justru turun dibandingkan pekan sebelumnya.
Dia berharap hal itu dapat terus terjaga hingga perayaan Nataru. Sehingga, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga.
”Secara umum, harga bahan pokok saat ini masih stabil dan terjangkau. Kami akan melakukan pemantauan secara berkala,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Sumenep Eko Santoso menyatakan dukungannya terhadap langkah TPID yang melibatkan institusinya dalam kegiatan pemantauan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, koordinasi itu sangat penting agar fluktuasi harga di pasaran dapat terpantau secara akurat.
Eko mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengatur pola konsumsi dan pola belanja.
”Saat ini terdapat komoditas yang harganya turun dan bisa disimpan dalam jangka waktu lama, masyarakat bisa berbelanja. Tapi, jangan sampai melakukan panic buying atau membeli dalam jumlah besar karena khawatir kehabisan stok,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti