Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Peserta Pelatihan yang Buka Usaha Minim

Amin Basiri • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:43 WIB
FOKUS: Sejumlah peserta mengikuti program pelatihan yang dilaksanakan Disnaker Sumenep.
FOKUS: Sejumlah peserta mengikuti program pelatihan yang dilaksanakan Disnaker Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep melaksanakan sebelas pelatihan yang dianggarkan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Pelatihan tersebut sudah tuntas. 

Diketahui, program pelatihan itu dianggarkan Rp1,6 miliar. Selain dialokasikan untuk pelatihan kerja, dana miliaran itu dimanfaatkan untuk iuran BPJS ketenagakerjaan bagi buruh pabrik rokok dan petani tembakau. 

Kabid Pelatihan dan Produktivitas dan Hubungan Industrial Disnaker Sumenep Eko Ferryanto menyampaikan, ada sebelas pelatihan yang dilaksankan tahun ini.

Di antaranya pelatihan tata boga, rias pengantin, las listrik, menjahit, desain grafis, multimedia dan lainnya. Program tersebut sudah selesai dilaksanakan. 

Terakhir kegiatannya dilaksanakan bulan November, ujarnya, Selasa (16/12). 

Setiap pelatihan diikuti 16 peserta. Hal itu disesuaikan dengan standarisasi keberhasilan pelatihan.

Selain itu pemilihan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat dan ketersediaan sarana serta instruktur pelatihan. 

Eko mengaku, peserta pelatihan yang diterima kerja atau buka usaha masih minim.

Untuk peserta (pelatihan) tehap pertama sudah ada yang bekerja dan sudah dimonitoring serta wievaluasi oleh provinsi, ungkapnya. 

Dia berjanji akan terus memonitor dan mengevaluasi peserta pelatihan. Pasti kami evaluasi perkembangan peserta.

Semisal ada lowongan kerja kami informasikan ke peserta, tuturnya. 

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis tidak hanya melaksanakan program. Program tersebut harus ada dampak nyata kepada masyarakat.

Harus ada pendampingan dan evaluasi agar hasil dari pelatihan itu jelas sehingga anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia, pintanya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri