SUMENEP, RadarMadura.id - Kasus dugaan pemotongan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng di Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, menjadi perhatian banyak pihak.
Camat setempat berjanji akan melakukan penelusuran serta mempertanyakan ke pihak pemerintah desa.
Plt Camat Sapeken Hamka mengatakan, dirinya belum mendapatkan laporan secara detail berkenaan dengan dugaan pemotongan bantuan pangan tersebut.
Dia mengaku menerima laporan bahwa bantuan telah tuntas disalurkan kepada penerima.
Kalau dugaan pemotongan, saya belum dapat informasi, katanya.
Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penelusuran ke pemerintah desa maupun masyarakat.
Tujuannya, untuk mencari tahu apakah bantuan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter tersebut benar-benar sampai ke penerima secara utuh atau tidak.
”Nanti akan saya kroscek terkait dugaan pemotongan tersebut. Saya tanyakan ke perangkat desa, ucap Hamka.
Hamka menegaskan, bantuan tersebut disalurkan di balai desa.
Dua hari yang lalu pihaknya sudah datang ke Desa Sabuntan.
Namun, tidak ada laporan dari masyarakat maupun tokoh setempat terkait dugaan pemotongan bantuan sosial tersebut.
”Kalau memang ada pengaduan dari masyarakat pasti saya tindak lanjuti, imbuhnya.
Sayangnya, Kades Sabuntan Ahmad Rasyid belum bisa dimintai keterangan berkenaan dengan realisasi bantuan tersebut.
Sebab, berulang kali dihubungi melalui nomor ponselnya, yang bersangkutan tidak merespons.
Sebelumnya, warga Desa Sabuntan Kecamatan Sapeken berinisial N mengaku mendapatkan surat undangan untuk datang ke balai desa menerima bantuan pangan 2025.
Yakni, bantuan dari Oktober sampai November berupa beras 20 kilogram dan 4 liter minyak goreng.
Akan tetapi, saat realisasi hanya menerima separo dari bantuan tersebut. Yakni 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Padahal, di undangan tertulis 20 kilogram beras dan 4 liter minyak, katanya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri