Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Petugas Damkar Hadapi Kendala Peralatan Minim

Amin Basiri • Jumat, 28 November 2025 | 14:35 WIB
KERJA KERAS: Sejumlah personel damkar tengah memadamkan api di lokasi terjadinya kebakaran.
KERJA KERAS: Sejumlah personel damkar tengah memadamkan api di lokasi terjadinya kebakaran.

SUMENEP, RadarMadura.id - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sumenep mengklaim keterbatasan peralatan menjadi kendala saat bertugas di lapangan.

Di sisi lain, bencana yang dilaporkan warga setiap hari paling sedikit dua insiden.

Kabid Pencegahan dan Damkar Satpol PP Sumenep, Sugianto, mengatakan, pada hari-hari tertentu, laporan bencana bahkan mencapai empat laporan.

Banyaknya laporan itu menjadi tantangan tersendiri bagi institusinya.

"Kadang waktu kejadian bersamaan. Jadi kami harus membagi personel sesuai kondisi di lapangan," katanya.

Sugianto mengakui, keterbatasan peralatan menjadi kendala utama saat menjatantangan tersendiri bagi institusinya.

"Kadang waktu kejadian bersamaan. Jadi kami harus membagi personel sesuai kondisi di lapangan," katanya.

Dikatakan, dengan peralatan yang terbatas, institusinya tetap berusaha merespons setiap laporan dengan pelayanan maksimal. "Sebab, itu sudah menyangkut kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Dia berharap institusinya bisa memiliki mobil khusus beserta peralatan yang lengkap. Juga memiliki tandu, alat pembuka besi, dan mesin pemotong kayu.

"Saat ini, peralatan yang tersedia hanya penjepit ular, beberapa alat pelindung diri (APD), dan mobil damkar yang menjadi armada utama," ujarnya.

Menurutnya, tabung udara sebenarnya sudah ada. Tapi, kompresor self-contained breathing apparatus (SCBA) untuk mengisi ulang tabung belum ada.

Selain itu, APD yang dimiliki belum sesuai dengan jumlah personel. "Hanya sekitar 10 set yang siap pakai. Jadinya, harus gantian saat bertugas di lapangan," ucapnya.

Sugianto menambahkan, sebanyak 37 petugas damkar dibagi dalam tiga shift untuk memastikan layanan berlangsung 24 jam.

Shift pertama dimulai jam 08.00 hingga jam 13.00 untuk menangani laporan pagi dan siang hari. Shift kedua bertugas dari jam 13.00 hingga jam 20.00 untuk merespon keluhan masyarakat pada sore hingga malam.

"Shift ketiga siaga mulai dari jam 20.00 sampai pagi. Mereka stand by untuk merespon laporan yang sering datang pada waktu-waktu tidak terduga," tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri