Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengadaan Mesin Perajang Dianggarkan Ratusan Juta

H
DAUN EMAS: Warga merajang tembakau di Dusun Anyir, Desa Panyirangan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Rabu (20/8/2025). (FADIL UNTUK JPRM)
DAUN EMAS: Warga merajang tembakau di Dusun Anyir, Desa Panyirangan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Rabu (20/8/2025). (FADIL UNTUK JPRM)

Advertisement

SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang mengalokasikan anggaran untuk belanja mesin perajang tembakau.

Anggaran yang disediakan ratusan juta. Terdapat 30 kelompok tani (poktan) yang menjadi sasaran program tersebut.

Kabid Sarana Pertanian Disperta KP Sampang Nurdin menyampaikan, pengadaan mesin perajang untuk membantu produktivitas tembakau. Mesin tersebut dimanfaatkan saat masa panen tembakau.

Advertisement

”Rencana kami akan didistribusikan di triwulan kedua,” katanya kepada JPRM, Kamis (16/4).

Pengadaan tersebut bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2026. Total anggarannya mencapai Rp 306 juta.

Anggaran tersebut untuk belanja 30 unit mesin perajang yang akan dibagikan pada 30 poktan.

Advertisement

”Saat ini kami tengah melakukan proses verifikasi bagi calon penerima,” ungkapnya.

Nurdin menjelaskan, poktan yang mengajukan proposal sebanyak 36 kelompok. Sementara, kuota yang tersedia hanya 30 mesin.

”Misal dari hasil verifikasi 36 kelompok memenuhi syarat semua, maka keputusan akhir ada di bupati Sampang,” jelasnya.

Dia memastikan pengadaan mesin perajang tembakau dilakukan transparan. Sistem pengadaannya dilakukan melalui e-Katalog.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Belanja Mesin Perajang Ratusan Juta Dinilai Sia-Sia

Belanja Mesin Perajang Ratusan Juta Dinilai Sia-Sia

Ketua APTI Sampang Haryono menyampaikan, pendistribusian mesin perajang saat ini dinilai kurang pas, bahkan terbilang telat. Sebab, sejumlah petani telah menuntaskan proses rajang sejak beberapa bulan sebelumnya.

Anggaran Belanja Pupuk NPK Belum Terserap

Anggaran Belanja Pupuk NPK Belum Terserap

Abdi Barri Salam mengatakan, OPD pengampu semestinya tidak memiliki alasan untuk tidak melakukan serapan. Sebab, jika tidak melakukan, maka tahap salur tahap tiga akan tersendat.

DBHCHT Bangkalan Terpangkas, Realisasi Semester Pertama Baru 29,99 Persen

DBHCHT Bangkalan Terpangkas, Realisasi Semester Pertama Baru 29,99 Persen

Oprianto Widya Pratomo menerangkan, evaluasi penggunaan DBHCHT dilakukan setiap semester. Pemantauan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer