Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ajukan Rehabilitasi SD melalui APBN, Pascarusak akibat Gempa Bumi

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 15 November 2025 | 15:10 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Seorang guru berada di dalam kelas yang terdampak gempa di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep. (BPBD UNTUK JPRM)
BUTUH PERBAIKAN: Seorang guru berada di dalam kelas yang terdampak gempa di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep. (BPBD UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak sepuluh SD di Kabupaten Sumenep rusak akibat gempa bumi yang terjadi Selasa (30/9). Perinciannya, enam SD di Kecamatan Gayam dan empat di Kecamatan Nonggunong, Kepulauan Sapudi.

Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Gayam yakni SDN Gayam 1, SDN Gendang Barat 1, SDN Gendang Barat 3, SDN Karang Tengah, SDN Gendang Timur 3, dan SDN Nyamplong. Sementara di Kecamatan Nonggunong, lembaga yang rusak yakni SDN Sokaramme Paseser 1, SDN Sokaramme Paseser 3, SDN Sokaramme Timur 1, dan SDN Talaga 2. 

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi menyatakan, sekolah-sekolah yang terdampak gempa tidak mengalami kerusakan parah. Rata-rata hanya atap dan plafonnya yang ambruk.

"Sehingga masih bisa dipakai, sambil lalu menunggu proses perbaikan," katanya. 

Rehabilitasi sepuluh lembaga pendidikan yang rusak akibat gempa bumi tidak dapat dianggarkan melalui dana kebencanaan. Sebab, statusnya masuk kategori ringan. "Kami sudah laporkan ke Pak Bupati. Akhirnya diusulkan melalui kementerian untuk sekolah-sekolah di Pulau Sapudi," ucapnya. 

Penyampaian pelaporan sekolah rusak kepada pemerintah pusat tidak hanya berfokus pada lembaga pendidikan terdampak gempa. Namun, juga termasuk sekolah yang rusak akibat faktor usia dan lain sebagainya,

"Kami sudah laporan ke bupati kalau kami berusaha mengakses APBN," sambungnya.

Pemkab Sumenep akan berupaya agar sekolah yang terdampak gempa bisa segera diperbaiki. Proses perencanaannya akan dituntaskan di akhir tahun ini. "Insyaallah di awal tahun depan sudah mulai dikerjakan. Tapi, untuk tahun ini tidak ada, kami tidak punya anggaran," tandasnya.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Sumenep Selasa (30/9) pukul 23.49 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di titik koordinat 7,25 lintang selatan dan 114,22 bujur timur, dengan kedalaman 11 kilometer. 

Pusat gempa berjarak sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep, dan gempa tidak berpotensi Tsunami. Namun, guncangan gempa dirasakan oleh mayoritas masyarakat Sumenep. Sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. (tif/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pemkab sumenep #rehabilitasi #sepuluh SD #sekolah rusak #terdampak gempa #apbn #gempa bumi