SUMENEP, RadarMadura.id – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan terus memperkuat perannya dalam memberikan edukasi keimigrasian kepada masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kali ini, Imigrasi Pamekasan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Duta Moderasi Beragama Angkatan II Tahun Akademik 2025 yang digelar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Madura di Hotel Kaberaz, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-6 tentang “Penguatan Layanan Keimigrasian Berbasis Digital.”
Acara dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Madura, Dr. Mohammad Ali Al Humaidy, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Pamekasan atas partisipasinya dalam meningkatkan literasi keimigrasian di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, pemahaman tentang keimigrasian tidak hanya berkaitan dengan administrasi perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial.
“Mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa perlu memahami pentingnya regulasi keimigrasian agar dapat menjadi warga negara yang patuh hukum dan mampu berkontribusi secara global,” ujar Dr. Ali.
Baca Juga: Layanan New Idaman Hadir di Bangkalan, Imigrasi Layani Pemohon Paspor Lansia di Desa Kramat
Pada sesi pemaparan materi, Kepala Subseksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Pamekasan, Zulfikar Abdullah Rofiq, menyampaikan topik bertajuk “Isu Keimigrasian dan Inovasi Pelayanan Paspor di Era Digital.”
Dalam paparannya, Zulfikar menjelaskan berbagai bentuk transformasi digital dalam layanan keimigrasian, mulai dari penerapan aplikasi M-Paspor, penyediaan layanan paspor ramah kelompok rentan, hingga optimalisasi pelayanan paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP) pada empat kabupaten di Madura.
“Transformasi digital merupakan wujud nyata peningkatan kualitas layanan keimigrasian, sekaligus memastikan pelayanan yang semakin cepat, efektif, dan humanis bagi masyarakat,” terang Zulfikar.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Dalam sesi tanya jawab, mereka banyak membahas isu keimigrasian terkini seperti persyaratan dokumen pendukung paspor, pengawasan keberangkatan umrah mandiri, perlindungan WNI di luar negeri, hingga pencegahan perjalanan ibadah nonresmi.
Berbagai pertanyaan tersebut dijawab dengan jelas oleh narasumber, yang sekaligus memberikan edukasi hukum agar mahasiswa lebih memahami fungsi keimigrasian dalam menjaga kedaulatan negara dan perlindungan warga negara.
Baca Juga: Imigrasi Pamekasan Layani Pemohon Paspor Lansia Lewat Program New Idaman di Bangkalan
Menutup kegiatan, Wakil Rektor III UIN Madura kembali menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah seperti Imigrasi. Ia juga membuka peluang kerja sama lanjutan berupa penandatanganan MoU, kuliah umum tematik, hingga pembentukan Duta Imigrasi di lingkungan kampus.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat literasi keimigrasian dan membangun kesadaran hukum di kalangan mahasiswa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Imigrasi Pamekasan berharap generasi muda dapat menjadi agen informasi yang mampu menyebarkan pengetahuan benar mengenai dokumen perjalanan, prosedur layanan keimigrasian, serta pentingnya pelayanan berbasis digital di era modern. (dry)
Editor : Hendriyanto