Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Imigrasi Pamekasan Laksanakan Operasi Intelijen Keimigrasian di Pulau Gili Iyang dan Talango

Hendriyanto • Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:08 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan melakukan kunjungan pemantauan orang asing di Gili Iyang, Dungkek, Sumenep.
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan melakukan kunjungan pemantauan orang asing di Gili Iyang, Dungkek, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan melaksanakan Operasi Intelijen Keimigrasian di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pulau Gili Iyang dan Pulau Talango. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak 15 hingga 17 Oktober 2025, sebagai upaya memperkuat fungsi pengawasan dan intelijen keimigrasian terhadap keberadaan warga negara asing (WNA).

Sebanyak sepuluh petugas diterjunkan untuk melaksanakan operasi secara bertahap di dua lokasi berbeda. Pada hari pertama, tim bertolak dari Kantor Imigrasi Pamekasan menuju Kecamatan Dungkek sebagai titik koordinasi sebelum penyeberangan ke Pulau Gili Iyang.

Setibanya di Polsek Dungkek sekitar pukul 08.00 WIB, tim disambut petugas piket SPK, RB Hengky Darmawan. Dalam koordinasi tersebut, petugas menjelaskan tujuan operasi sekaligus meminta informasi terkait keberadaan WNA di Gili Iyang.

Menurut pihak kepolisian, Gili Iyang yang dikenal dengan kadar oksigen terbaik nomor dua di dunia itu sebagian besar dikunjungi wisatawan domestik. Hanya sesekali terdapat wisatawan mancanegara, seperti dua warga Australia yang sempat terdampar akibat kerusakan kapal pada awal 2025 dan kini telah kembali ke negaranya.

Koordinasi juga dilakukan dengan Koramil Dungkek dan diterima langsung oleh Sertu Siswanto. Ia menyatakan situasi keamanan di Gili Iyang sangat kondusif serta masyarakatnya dikenal ramah terhadap pendatang. Koramil pun menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan pengawasan keimigrasian dan siap memberikan bantuan apabila diperlukan.

Baca Juga: Imigrasi Pamekasan Perkuat Sinergi Lintas Instansi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik di Madura

Setelah koordinasi lintas instansi, tim menyeberang melalui Pelabuhan Dungkek pada pukul 09.00 WIB dan tiba di Pulau Gili Iyang sekitar setengah jam kemudian. Di sana, petugas melakukan wawancara dengan Kepala Desa Banraas, H. Mathor, S.H., M.M., guna menggali informasi terkait keberadaan WNA.

Mathor menjelaskan bahwa Pulau Gili Iyang terdiri dari dua desa—Banraas dan Bancamara—dengan total sekitar 7.100 kepala keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di sektor perdagangan, jasa wisata, serta merantau ke luar daerah. Ia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur pariwisata yang membuat jumlah wisatawan mancanegara masih terbatas.

Tim kemudian meninjau sejumlah penginapan dan homestay. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya WNA yang menginap. Para pemilik penginapan menyebut kunjungan wisatawan asing tergolong jarang, bahkan dalam satu hingga dua bulan belum tentu ada tamu mancanegara.

Sebagai langkah antisipatif, petugas memberikan imbauan kepada perangkat desa dan pengelola wisata agar mencatat serta segera melaporkan ke Kantor Imigrasi Pamekasan bila terdapat WNA yang berkunjung atau menetap sementara.

Selanjutnya, pada 16–17 Oktober 2025, tim melanjutkan kegiatan ke Pulau Talango, salah satu pulau padat penduduk dengan mobilitas masyarakat pesisir cukup tinggi. Di lokasi tersebut, petugas melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan setempat. Hasilnya, tidak ditemukan aktivitas WNA yang menetap maupun bekerja secara ilegal di wilayah tersebut.

Baca Juga: Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Tekankan Integritas, Disiplin, dan Sinergi

Selama operasi berlangsung, kondisi keamanan di kedua pulau dilaporkan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada 17 Oktober 2025 dengan penyusunan laporan hasil kegiatan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pengawasan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan, Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat pengawasan terhadap keberadaan WNA di wilayah kepulauan.

“Operasi intelijen keimigrasian di Gili Iyang dan Talango merupakan langkah konkret kami dalam menjaga tertib keimigrasian sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi. Dengan sinergi yang solid, kita dapat menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung potensi wisata dan investasi di kepulauan Madura,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fungsi intelijen dan pengawasan keimigrasian secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat serta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. (dry)

Editor : Hendriyanto
#talango #sumenep #pamekasan #imigrasi