Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pembangunan Laboratorium Bergantung ke DAK

Amin Basiri • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:15 WIB
RAMAI: Sejumlah siswa saat pulang dari sekolannya di SMPN I Sumenep.
RAMAI: Sejumlah siswa saat pulang dari sekolannya di SMPN I Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Puluhan SMP negeri/swasta di Kabupaten Sumenep tercatat tidak memiliki laboratorium (lab).

Dinas Pendidikan (Dispendik) mencatat, kondisi tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap proses belajar mengajar murid.

Kabid Pembinaan SMP Dispendik Sumenep, Mohammad Fajar Hidayat, mengakui banyak lembaga yang tidak memiliki lab, baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, untuk sekolah negeri bisa saja pernah memiliki lab tapi kini rusak. Kemungkinan lain, sejak awal memang tidak memiliki lab.

"Sementara untuk sekolah swasta, pada saat pengajuan izin operasional, lab bukan syarat mutlak yang harus ada untuk mendapatkan izin operasional. Sehingga banyak sekolah swasta yang tidak mengutamakan pembangunan lab," katanya.

Dijelaskan, di SMP idealnya terdapat lab IPA. Sehingga, lab bisa digunakan untuk praktikum fisika, bioligi, maupun kimia. Menurutnya, ada beberapa SMP di Kota Keris yang sudah memiliki lab komputer.

Sementara itu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, institusinya tidak memiliki anggaran. Pembanguan sarana dan prasarana itu bergantung ke Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Pengajuan DAK itu dari dapodik yang datanya dimasukkan ke krisna. Selanjutnya, diurutkan sesuai urgensi dan kebutuhan. Jadi, itu sudah kewenangan kementerian," ujarnya.

Dia menyatakan, ketiadaan lab di sekolah pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap kegiatan belajar mengajar (KMB).

Sebab, biasanya sekolah mensiasati dengan menggunakan ruangan yang lain, atau menggunakan alam terbuka untuk praktek IPA dan lain sebagainya.

"Bukan kami tutup mata terkait fenomena ini. Tapi, untuk membangun lab itu bergantung ke DAK, apalagi dengan adanya kebijakan efesiensi anggaran seperti saat ini," tandasnya.

Baca Juga: Hadirkan Program Pembiayaan bagi PPPK Kemenag, BPRS Berkomitmen Menjadi Mitra Terbaik bagi Masyarakat

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi, menuturkan, nihilnya lab sedikit banyak akan memengaruhi KBM. Terutama, untuk mata pelajaran IPA, Fisika, dan Kimia.

”Karena itu, saya minta para guru kreatif, harus bisa mencari alternatif lain dalam melakukan praktek. Kalau sarana prasarananya sudah terbatas, guru dituntut kreatif. Sehingga, proses pembelajarannya tetap dapat dipahami dengan utuh oleh murid," pintanya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri