SUMENEP, RadarMadura.id – Dosen Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial (FISIB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan masyarakat Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.
Pada Pengabdian Masyarakat (Pengmas) kali ini, dikemas dalam bentuk pelatihan Kesehatan dan Ketahanan Mental untuk Ibu Rumah Tangga (IRT).
Penanggung Jawab Kegiatan, Yuliana Windi Sari mengatakan, saat ini masyarakat menghadapi tantangan kesehatan dan ketahanan mental. Terutama, kaum perempuan.
Menurut dia, kaum perempuan, khususnya IRT, rentan mengalami stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Apalagi, stigma sosial sering meremehkan peran IRT.
”Beban yang ditanggung IRT ini, sangat berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik. Karena itu, kami melatih kesehatan dan ketahanan mentalnya,” ujar alumnus Universitas Airlangga, Surabaya, tersebut.
Hetty Mulyaningsih selaku pemateri menyatakan, fenomena baby blues sering dialami IRT pasca persalinan. Baby blues merupakan perubahan suasana hati dan perasaan emosional.
”Penting memberikan pendampingan kepada IRT pasca melahirkan,” ungkapnya.
Koorprodi Sosiologi, Arie Wahyu Prananta menambahkan, setiap dosen memiliki tanggung jawab dan kewajiban melaksanan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Salah satunya, melalui pengmas. Menyebarluaskan ilmu dan hasil penelitian kepada masyarakat.
Kepala Desa Larangan Perreng, Imam Mastum berterima kasih kepada dosen prodi sosiologi karena telah mengadakan pelatihan IRT tentang kesehatan mental.
Menurutnya, pelatihan tersebut, sangat bermanfaat bagi masyarakat.
”Semoga pengmas ini dapat berlanjut di masa mendatang. Ini sangat membantu kami dalam memberikan penyadaran dan pengetahuan kepada masyarakat,” tandasnya. (yan)
Editor : Abdul Basri