SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Desa Batuputih, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep berang terhadap kinerja Mohammad Syafei sebagai penjabat (Pj) kepala desa (Kades).
Syafei dinilai tidak becus dalam melaksanakan tugas. Massa merasa kesal terhadap kinerjanya selama memimpin Desa Batuputih.
Indikasinya, program pada tahun anggaran 2024 tidak dituntaskan. Di antaranya proyek pembangunan fasilitas mandi cuci kakus (MCK), pompanisasi dan drainase.
Oleh karena itu, warga besama tokoh pemuda melakukan penyegelan balai Desa Batuputih, Sabtu (28/6).
Pj Kades Batuputih Mohammad Syafei tidak menampik adanya penyegelan tempat bekerja oleh warganya. Namun dia mengeklaim persoalan tersebut sudah diselesaikan. Pihaknya sudah beraktivitas seperti biasa.
Baca Juga: Dinkes Anggarkan Rp 1,5 Miliar, Tender Proyek Renovasi Puskesmas Tanjung Bumi Diikuti 19 Rekana
"Sudah tidak disegel lagi sekarang, saya sudah selesai duduk bareng dengan masyarakat, ujarnya," Kamis (3/7).
Dia membantah tudingan warga yang menyebut dirinya tidak menuntaskan pembangunan infrastruktur fisik 2024.
Tuduhan itu hanya asumsi. Namun yang jelas warga sempat meminta rencana anggaran belanja (RAB) beberapa proyek yang dilaksanakan tahun lalu.
Namun pihaknya enggan menyerahkan. ”Mereka bukan pemeriksa," katanya.
Syafei mengakui sempat ada permintaan warga yang menghendaki dirinya mundur dari jabatan sebagai Pj kades. Tapi, lagi-lagi dia mengklaim hal tersebut hanya miskomunikasi dan sudah diselesaikan.
"Kita sudah bertemu dan duduk bersama, itu hanya ada miskomunikasi," kelitnya.
Baca Juga: Calon Penganten Bonyok Dimassa, Tertangkap Nyuri Motor di Rumah Kades Tebul
Dia juga membantah tudingan dirinya jarang ke balai desa. Dia berdalih sempat bolak-balik ke daratan untuk datang ke UP3 PLN Pamekasan. Tujuannya untuk memperjuangkan listrik agar masuk Batuputih.
Alasan lainnya, yaitu karena terkendala aksesibilitas. Dirinya harus naik perahu untuk sampai ke Balai Desa Batuputih. Sementara jika ditempuh dengan menggunakan motor aksesnya sangat jauh.
"Meskipun tidak ada saya di balai desa, sistem pemerintahan tetap berjalan, dan pelayanan pada masyarakat tetap ada," tutupnya.
Andiyanto pemuda Desa Batuputih membantah keterangan Mohammad Syafei. Menurutnya, tidak ada kesepakatan apapun antara warga dengan PJ Kades.
”Kami akan melakukan aksi di tingkat kabupaten untuk mempersoalkan kinerja Pj Kades ke pemkab," tegasnya. (tif/jup)
Editor : Hendriyanto