Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nelayan Temukan Mayat Penumpang Kapal di Tepi Pantai Desa Kombang

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 25 Juni 2025 | 15:38 WIB
SITA PERHATIAN: Tim gabungan saat mengevakuasi mayat Rahmat yang ditemukan di tepi pantai Dusun Galisek Laok, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Minggu (22/6). (IMAM NAHRAWI UNTUK JPRM)
SITA PERHATIAN: Tim gabungan saat mengevakuasi mayat Rahmat yang ditemukan di tepi pantai Dusun Galisek Laok, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Minggu (22/6). (IMAM NAHRAWI UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Keberadaan Rahmat, penumpang yang meloncat dari Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 91 di perairan Raas pada Minggu (15/6) kini sudah terjawab. Sebab, warga Desa Batuputih, Kecamatan Kangayan, itu ditemukan meninggal oleh nelayan di tepi pantai Desa Kombang, Kecamatan Talango, Minggu (22/6).

Imam Nahrawi selaku koordinator Basarnas Sumenep mengatakan, pada Minggu (22/6) sore pihaknya menerima informasi berkenaan dengan penemuan mayat di pantai Desa Kombang. Menerima kabar itu, dia langsung bergegas menuju lokasi.

”Ditemukan di pesisir pantai Dusun Galisek Laok, Desa Kombang, dalam keadaan meninggal,” katanya.

Nahrawi menyatakan, mayat saat itu langsung dibawa ke rumah sakit. Kebetulan, rumah salah satu keluarga almarhum dekat dengan rumah sakit. Sehingga, langsung diidentifikasi dan sosok tersebut ternyata benar-benar Rahmat.

”Terdapat bekas luka di pelipis kanan dan pertumbuhan kuku tangan kiri yang tidak normal akibat terkena palu,” ucapnya.

Nahrawi menambahkan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap mayat tersebut.

”Keluarga menghendaki mayat langsung dibawa ke rumah duka,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kangayan Nurullah mengungkapkan, pihak keluarga meyakini bahwa mayat tersebut merupakan Rahmat. Maka dari itu, langsung meminta untuk segera dipulangkan. ”Setelah itu langsung dikebumikan,” singkatnya.

Sekadar diketahui, Rahmat naik KM Sabuk Nusantara 91 dari Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 08.00 Minggu (15/6). Kapal itu angkat jangkar menuju Pelabuhan Batu Guluk, Pulau Kangean. Awalnya pelayaran kapal berjalan seperti biasa. Namun, tragedi terjadi saat kapal melintasi perairan Raas.

Sekitar pukul 14.30 Rahmat tiba-tiba loncat dari atas kapal. Peristiwa itu terjadi saat kapal melintas di selatan Pulau Raas pada titik koordinat posisi 07’12,641”S- 114’31,001”E. Jarak kapal sekitar 3 mil dari garis pantai Pulau Raas atau sisi timur Pulau Sapudi.

Kapten kapal yang mendengar informasi itu segera melakukan manuver. Kapal balik arah untuk melakukan pencarian. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil. Akibatnya, KM Sabuk Nusantara 91 terlambat bersandar di Pelabuhan Batu Guluk. Kapal itu mestinya bersandar sekitar pukul 20.00, namun baru merapat pada pukul 23.30. (iqb/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#mayat #penumpang #meninggal #KM Sabuk Nusantara 91 #ditemukan #nelayan #desa kombang