SUMENEP, RadarMadura.id – Pencarian terhadap Rahmat, penumpang yang meloncat dari Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 91 di perairan Raas tidak berjalan mulus. Sebab, petugas gabungan terkendala cuaca, seperti gelombang ombak tinggi. Akibatnya, warga Desa Batuputih, Kecamatan Kangayan, itu belum ditemukan hingga Selasa (17/6).
Koordinator Basarnas Sumenep Imam Nahrawi mengatakan, proses pencarian terus dilakukan. Namun, upaya tim belum membuahkan hasil meskipun sudah melibatkan banyak pihak. ”Melibatkan pihak yang dekat dengan lokasi kejadian,” katanya.
Imam mengungkapkan, proses pencarian mengalami banyak hambatan. Salah satunya faktor cuaca yang kurang mendukung. Seperti sering hujan dan gelombang ombak tinggi.
”Ini cuaca sering hujan. Gelombang juga tinggi. Kami belum bisa menyisir telalu ke tengah,” ucapnya.
Basarnas sudah melakukan pemetaan arah di perairan tempat kejadian. Korban kemungkinan terbawa arus ke arah tenggara. Karena itu, petugas mulai memfokuskan pencarian ke wilayah tersebut. ”Ini masih kami terus lakukan pencarian,” tegas Imam.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Raas Wahid Hasyim Asyari menjelaskan, koordinasi dengan nelayan di Pulau Raas teus digencarkan. Mereka diminta turut membantu proses pencairan Rahmat yang loncat dari kapal.
Penyisiran di pinggir pantai juga sudah dilakukan. Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Biasanya kalau terbawa arus besar bisa sampai ke tepi pantai.
”Penyisiran di pinggir pantai juga belum ada hasil. Yang mau mencari ke tengah masih terkendala cuaca,” terangnya.
Rahmat naik KM Sabuk Nusantara 91 dari Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 08.00 Minggu (15/6). Kapal itu angkat jangkar menuju Pelabuhan Batu Guluk, Pulau Kangean. Awalnya pelayaran kapal berjalan seperti biasa. Namun, tragedi terjadi saat kapal melintasi perairan Raas.
Sekitar pukul 14.30 Rahmat tiba-tiba loncat dari atas kapal. Peristiwa itu terjadi saat kapal melintas di selatan Pulau Raas pada titik koordinat posisi 07’12,641”S- 114’31,001”E. Jarak kapal sekitar 3 mil dari garis pantai Pulau Raas atau sisi timur Pulau Sapudi.
Kapten kapal yang mendengar informasi itu segera melakukan manuver. Kapal balik arah untuk melakukan pencarian. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil. Akibatnya, KM Sabuk Nusantara 91 terlambat bersandar di Pelabuhan Batu Guluk. Kapal itu mestinya bersandar sekitar pukul 20.00, namun baru merapat pada pukul 23.30. (iqb/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti