SUMENEP, RadarMadura.id – Gelombang penolakan terhadap rencana pengangkatan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep kian menguat. Sejumlah kader secara terbuka menyuarakan penolakannya.
”Akis Jasuli tidak memimpin DPD Partai Nasdem Sumenep, orang-orang yang dimasukkan dalam struktur kepengurusan pun banyak yang tidak dikonfirmasi terlebih dahulu,” kata Ramdan Yanuaris Salam, mantan pengurus DPD Partai Nasdem Sumenep.
Ramdan menuturkan, sejumlah pengurus kecewa karena kepengurusan yang baru dinilai dibentuk secara sepihak tanpa proses musyawarah maupun seleksi yang transparan. Sehingga, kondisi tersebut memicu gelombang penolakan dan kader mengancam akan mengundurkan diri dari partai.
Mantan ketua Garda Nasdem Sumenep Moh. Hosen dalam suratnya menyatakan, penunjukan Akis bertentangan dengan semangat restorasi. Juga prinsip kerja kolektif yang selama ini dijunjung Partai Nasdem.
”Akis tidak pernah aktif dalam kegiatan partai, tidak punya kedekatan dengan pengurus di tingkat kecamatan. Bagaimana mungkin dia bisa memimpin,” katanya.
Mutmainnah, salah satu pengurus DPD Partai Nasdem Sumenep mengungkapkan, selama ini Akis Jasuli minim kontribusi terhadap partai. Terutama dalam proses konsolidasi partai dan pada saat pemilu.
”Kami tidak pernah melihat peran konkret dari beliau dalam membesarkan partai, bahkan ketika pemilu lalu pun tidak tampak,” ujarnya.
Koran ini telah berupaya menghubungi Akis Jasuli untuk dimintai tanggapan atas penolakan terhadap penunjukan dirinya sebagai ketua DPD Partai Nasdem. Tapi, saat dihubungi yang bersangkutan tidak merespons. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti