SUMENEP, RadarMadura.id – Setiap pengendara yang melintasi jalan ini jangan berharap kendaraan tidak rontak dan tidak kotor.
Sebab, kerusakan nyaris terjadi di sepanjang jalan. Lubang dan genangan di mana-mana. Lebih-lebih saat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Gapura, Sumenep.
Jalan yang menghubungkan Desa Gapura Barat, Gapura Tengah, dan Gersik Putih, ini sudah puluhan tahun berantakan.
Bahkan, aspal hanya terlihat di beberapa bagian. Selebihnya bongkahan batu dengan beragam ukuran. Jalan yang lumayan bagus hanya di ujung utara hingga sekitaran Kampung Polalang.
Jalan di sebelah Kampung Tambak Bukkol dan Dusun Panele rusak parah. Selain warga Desa Gapura Barat, Gapura Tengah, dan Gersik Putih, jalan ini juga jadi akses warga Kampung Burtong, Desa Palokloan; dan warga Kampung Asta, Desa Banjar Timur.
”Apalagi sejak tongkang melayani penyeberangan ke Kalianget, jalan ini makin ramai karena masyarakat Gapura, Dungkek, Batang-Batang, dan Batuputih yang hendak ke Kalianget tidak perlu berputar lewat Desa Kacongan, Kecamatan Kota,” tutur Hakim, warga Gapura yang sejak kecil sering lewat di jalan itu.
Pria 38 tahun itu berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan itu untuk mempermudah aktivitas masyarakat.
Selain kerusakan jalan, pemerintah perlu memperhatikan pendangkalan sungai tak jauh dari jalan itu.
”Seperti di sekitaran Opelan. Semoga jalan dan sungai ini mendapat perhatian serius dari pihak yang berwenang,” harapnya.
Dengan perbaikan jalan dan sungai, diharapkan aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar dan nyaman. (luq/luq)
Editor : Amin Basiri