Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Sumenep Fauzi Komitmen Melestarikan Tradisi Jaran Serek, Ajak Semua Elemen Berkolaborasi

Fatmasari Margaretta • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:40 WIB
KOMPAK: Dari kiri, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, dan Wabup Sumenep Imam Hasyim dalam acara Festival Jaran Serek di depan Museum Keraton Sumenep.
KOMPAK: Dari kiri, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, dan Wabup Sumenep Imam Hasyim dalam acara Festival Jaran Serek di depan Museum Keraton Sumenep.

 

SUMENEP, RadarMadura.id – Ribuan warga dan wisatawan memadati ruas Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep.

Mereka berbondong-bondong untuk menyaksikan Festival Jaran Serek 2025 yang berlangsung di depan Museum Keraton Sumenep.

Kegiatan tersebut bagian dari Calender of Event Sumenep 2025.

Festival yang menjadi agenda tahunan ini menampilkan parade kuda hias yang diiringi musik tradisional saronen.

MELAYANI: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyampaikan sambutan dalam Festival Jaran Serek di depan Museum Keraton Sumenep, Senin (5/5).
MELAYANI: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyampaikan sambutan dalam Festival Jaran Serek di depan Museum Keraton Sumenep, Senin (5/5).

Pergelaran ini menjadi simbol pelestarian budaya leluhur sekaligus menjadi ajang untuk menghibur bagi masyarakat.

”Festival Jaran Serek ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga bentuk komitmen kami dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, jaran serek memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi.

Dengan begitu, pemiliknya harus berkreasi dan berinovasi dalam menjaga eksistensi di tengah era modernisasi.

”Kami berharap pemilik jaran serek tidak hanya melestarikan saja, tapi juga harus mampu berkreasi agar semakin dikenal masyarakat. Utamanya, bagi generasi muda dan wisatawan,” jelasnya.

LESTARI: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo ketika menunggangi jaran serek di depan Museum Keraton Sumenep.
LESTARI: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo ketika menunggangi jaran serek di depan Museum Keraton Sumenep.

Bupati Fauzi menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya jaran serek.

Sehingga, memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian budaya adalah melakukan regenerasi.

Sebab, jika tidak melakukan regenerasi, jumlah pawang jaran serek akan semakin berkurang.

BERWIBAWA: Wabup Sumenep Imam Hasyim ketika menunggangi jaran serek di depan Museum Keraton Sumenep.
BERWIBAWA: Wabup Sumenep Imam Hasyim ketika menunggangi jaran serek di depan Museum Keraton Sumenep.

Tidak ada lagi generasi muda yang mau merawat dan melestarikan.

”Karena itu, masyarakat, khususnya para pemilik jaran serek harus gencar melakukan regenerasi. Hal ini sangat penting agar tradisi ini bisa terus bertahan dan berkembang di tengah arus modernisasi,” tegasnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Disbudporapar Sumenep Mohamad Iksan menyampaikan, Festival Jaran Serek 2025 merupakan rangkaian dari Calendar of Event Sumenep.

Selain itu, menjadi bentuk perhatian pemerintah pada paguyuban jaran serek.

”Acara ini diikuti oleh 75 jaran serek. Start dimulai dari Labang Mesem dan finis di Lapangan Giling. Alhamdulillah, acara berjalan lancar,” tuturnya. (tif/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Jaran Serek #seni dan budaya #kesejahteraan #regenerasi #tradisi #modernisasi