SUMENEP, RadarMadura.id – Dibanding kecamatan yang lain, warga Kecamatan Sapeken yang paling banyak menerima program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) pada 2024. Buktinya, terdapat 561 penerima dan tersebar di sembilan desa.
Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), jumlah penerima bantuan di setiap desa bervariasi.
Ada yang belasan orang sampai ratusan penerima. Contohnya, jumlah penerima bantuan BSPS di Desa Tanjung Kiaok sebanyak 212 orang (selengkapnya lihat grafis).
Meski jumlah penerima BPPS di Kecamatan Sapeken lima ratus lebih, sebarannya tidak merata.
Ironisnya, masih ada desa yang belum bisa menikmati program bantuan tersebut. Yaitu, Desa Sapeken dan Saseel.
Anehnya lagi, Asosiasi Kepala Desa (AKD) dan Pemerintah Kecamatan Sapeken tidak diberi tahu berkenaan dengan sebaran program tersebut. Akibatnya, realisasi bantuan dan pengawasan di lapangan minim.
Camat Sapeken Aminullah mengaku tidak tahu-menahu berkenaan dengan program BSPS dari pemerintah pusat tersebut. Sebab, selama ini tidak ada informasi apa pun berkenaan dengan program itu.
”Selama ini, tidak ada pemberitahuan ke pemerinah kecamatan berkenaan dengan program BSPS,” katanya.
Aminullah menyatakan tidak tahu apakah program tersebut terealisasi semua atau tidak. Sebab, dirinya tidak termasuk dalam tim pengawasan program bantuan tersebut.
”Makanya, kalau ditanya soal BSPS, saya tidak bisa menjawab. Sebab, tidak ada pemberitahuan,” tegasnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua AKD Sapeken Joni Junaidi menegaskan tidak mengetahui program BSPS tersebut. Apalagi, desanya juga bukan penerima program bantuan itu.
”Saya tidak tahu seperti apa realisasi programnya, tidak ada pemberitahuan. Tapi, saya pernah diberi tahu salah seorang Kades. Desanya mendapat bantuan meski dirinya tidak diberi tahu,” tandasnya. (iqb/yan)
Editor : Ina Herdiyana