SUMENEP, RadarMadura.id – Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Gili Genting akan segera dimulai.
Proyek ini sejalan dengan Program Ketahanan Energi Nasional dalam bentuk program Energi Baru Terbarukan (EBT).
Pembangunan PLTS ini juga bagian dari program konversi dan kombinasi PLTS dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) oleh PT PLN (Persero).
Koordinator Putra Gili Genting (PGS) Saiful Anam menyampaikan, pada Mei 2022, tahapan survei telah dilakukan oleh enam perusahaan kontraktor yang akan membangun PLTS.
Enam perusahaan itu melakukan survei terhadap tanah milik Saiful Anam di Kampung Rokhung, Desa Aenganyar, Kecamatan Gili Genting.
Menurutnya, tanah tersebut dipilih oleh PT PLN (Persero) karena memenuhi syarat, terutama jarak antara lokasi PLTS dengan PLTD Gili Genting eksisting.
Jarak antara kedua lokasi itu hanya 0,7 km dan tidak melebihi batas maksimal 1 km.
”Di tengah lokasi tanah saya itu, ada tiang tegangan menengah. Sehingga, saat PLTS dibangun, tinggal nyambung saja kabelnya,” katanya Rabu (2/4).
Saiful menyatakan, lokasi tanah miliknya juga sangat strategis untuk pembangunan PLTS karena dekat dengan jalan raya dan berada di pesisir.
Sehingga, memudahkan pengangkutan logistik tenaga surya. Harga jual tanah untuk PLTS itu adalah Rp 188.000 per meter.
”Harga ini bisa dinego, silakan pihak PT PLN (Persero) atau pihak kontraktor proyek PLTS bisa melakukan penawaran langsung ke saya melalui nomor 085717237977 atau melalui email: islnewstv@gmail.com,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Sumenep Siap Perjuangkan Kesejahteraan Guru PAUD
Saiful menambahkan, dengan pembangungan PLTS di Gili Genting, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan listrik bagi masyarakat.
”Ada kombinasi antara penggunaan PLTS dan PLTD di Gili Genting yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan listrik,” tandasnya. (tif/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti