SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus melakukan beragam upaya untuk mempertegas eksistensi para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).
Salah satunya dengan kegiatan festival bazar takjil Ramadan yang melibatkan ratusan pelaku UMKM.
Kepala Disbudporapar Sumenep Mohamad Iksan mengatakan, festival bazar takjil Ramadan digelar atas prakarsa pemkab bersama Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Tujuannya, menghormati bulan Ramadan. Juga, untuk memperkenalkan potensi kuliner yang ada di Kota Keris.
”Beraneka ragam makanan dan minuman (mamin) khas Sumenep tersedia di sini, mulai dari mamin tradisional hingga modern. Kami ingin memperkenalkan potensi kuliner di Sumenep agar lebih dikenal oleh masyarakat luas,” katanya saat menyampaikan sambutan.
Iksan menjelaskan, jumlah pedagang yang mengikuti bazar takjil tahun ini sebanyak 183 pedagang.
Perinciannya, 143 berada di dalam tenda, sedangkan sisanya berdagang di luar tenda.
”Event ini digelar sejak awal sampai akhir Ramadan. Warga bisa berbelanja mulai pukul 13.00 sampai 18.30,” ulasnya.
Iksan mengungkapkan, penghasilan yang dikumpulkan pedagang bervariasi.
”Omzet yang dihasilkan rata-rata berkisar Rp 750.000 sampai dengan Rp 1 juta. Event ini semakin menguatkan geliat ekonomi di Sumenep,” tandasnya.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Imam Hasyim menambahkan, festival bazar takjil Ramadan diadakan semata-mata untuk membantu perekonomian masyarakat, terutama di bulan Ramadan.
Sehingga, memperoleh keuntungan yang sempurna dibanding hari-hari biasanya.
”Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah nilai ibadah kita sekalian agar menambah rasa syukur,” ucapnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendoakan agar para pedagang dapat memperoleh hasil yang lebih banyak.
”Kenyataannya, setelah saya tanya kepada pedagang, Alhamdulillah respon masyarakat cukup luar biasa. Minat untuk berbelanja sangat besar. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan keberkahan,” tandasnya.
Sekadar diketahui, festival bazar takjil Ramadan tahun 2025 diawali dengan pemberian santunan anak yatim.
Kemudian, diakhiri dengan penabuhan rebana secara simbolis sebagai tanda dimulainya acara. (tif/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta