SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep belum bisa memastikan realokasi anggaran untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Alasannya, hingga saat ini masih menunggu perintah resmi dari pemerintah pusat.
Sekkab Sumenep Edi Rasiyadi menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat edaran secara resmi dari pemerintah pusat.
Hal itu terkait dengan sebagian anggaran yang akan dialihkan ke program MBG.
”Tepatnya bukan refocusing anggaran ya, akan tetapi realokasi anggaran. Namun, masih belum ada perintah resmi,” katanya.
Edi menegaskan, apa pun keputusan pemerintah pusat, Pemkab Sumenep tetap akan mengikuti sesuai dengan regulasi.
”Nantilah bagaimana keputusan resminya, untuk sementara kita menunggu instruksi lebih lanjut,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, program yang menyasar 2.965 pelajar di Kota Keris itu sangat membantu pemenuhuan gizi masyarakat.
Karena itu, harus mendapat dukungan penuh. ”Program ini harus didukung agar para pelajar dapat memenuhi makan bergizi gratis,” katanya.
Menurut dia, program ini juga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat lokal. Sebab, dalam pelaksanaannya melibatkan tenaga lokal.
Karena itu, dia meminta pihak-pihak yang terlibat dalam program MBG terus memberikan yang terbaik. Dengan begitu, tujuan utama program itu dapat tercapai dengan baik.
”Program ini tidak hanya membantu mencukupi gizi masyarakat, tetapi juga memberdayakan perekonomian lokal. Ini program yang sangat positif dan patut diapresiasi,” tandasnya. (tif/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia